Gus Salam Nilai Israel Wajib Diboikot Imbas Penculikan Relawan GSF

viva.co.id
21 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – KH Abdussalam Shohib atau akrab disapa Gus Salam menilai perlakuan zionis Israel terhadap seluruh relawan Global Sumud Flotilla (GSF) tak manusiawi.

Ia mengatakan bahwa misi kemanusiaan GSF harus dilindungi dan tak boleh mengalami kekerasan, ataupun dijadikan tawanan.

Baca Juga :
9 WNI Jalani Visum dan Pemeriksaan Kesehatan di Turkiye Sebelum Pulang ke Indonesia
Ditutupi Israel, Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah Pangkalan Militer saat Diserang Iran

“Aspek kemanusiaan harus diutamakan dari ketentuan dan batasan yang wajib dilakukan seseorang. Ketika sedang menjalankan sholat wajib saja boleh dibatalkan, bahkan wajib dibatalkan bila kondisi darurat untuk menyelamatkan manusia,” kata Gus Salam dalam keterangannya, Sabtu, 23 Mei 2026.

Di sisi lain, Gus Salam meragukan zionis Israel yang ingin patuh pada hukum internasional. Ia menilai kepribadian bangsa yahudi dan karakter zionis Israel dibentuk untuk merusak tatanan internasional.

“Susahnya mengubah watak yahudi, terlebih dengan politik zionis membentuk Israel Raya. Itu kalau tidak dihentikan, krisis kemanusian akan terus terjadi di Asia Barat atau Timur Tengah,” kata Gus Salam.

Apalagi, menurut Gus Salam, Asia Barat atau Timur Tengah yang dikenal kaya sumber daya alam, terutama minyak dan gas bumi, diperebutkan oleh para kapitalis di benua Amerika dan Eropa. 

Maka, Zionis Israel digunakan sebagai boneka sekaligus diuntungkan oleh kapitalis dua benua itu untuk mengontrol Timur Tengah agar tetap menjadi mitra tidak setara.

Bagi Gus Salam, sosok seperti Benyamin Netanyahu dan Itamar Ben-Gvir merupakan gambaran pemimpin zionis yang menyadari keuntungan Israel menjadi proxy AS dan Eropa. 

Keduanya dinilai seperti pemimpin zionis Israel lainnya, menjadi angkuh; tidak mau diajak bicara kecuali menguntungkan atau menjadi jalan untuk melancarkan kepentingan zionis.

“Kalau seperti itu, korban manusia dan krisis kemanusiaan di Gaza, Yerusalem, Tepi Barat, Lebanon, Suriah dan negara lain di Timur Tengah, tidak pernah berhenti,” ujar Gus Salam.

“Di saat yang sama, aktivis kemanusiaan dunia dengan misi memberikan bantuan untuk para korban konflik bersenjata akan terus dihadang, diusir dan diperlakukan tidak manusiawi,” tambahnya.

Untuk itu, menurut Gus Salam, dunia harus terus memberi tekanan dan sanksi kepada zionis Israrel. 

Bila melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak bisa karena veto AS, Prancis, Inggris atau negara pemilik hak veto, maka setiap negara yang peduli terhadap kemanusiaan dapat memberi tekanan dan sanksi melalui kebijakan politik negara masing-masing.

Baca Juga :
KSP Bilang 9 WNI yang Sempat Ditahan Israel Diperlakukan Baik
Presiden Kolombia Sebut Menteri Keamanan Israel Seperti Nazi
Momen Haru 9 WNI yang Ditangkap Israel Tiba di Istanbul, Disambut Langsung Konjen RI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tiga Bulan Perang Iran: Trump Masuk Jebakan, AS di Ujung Tanduk
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Cerita WNI Diintimidasi saat Diculik Israel, Tapi Tak Gentar Bela Kemanusiaan
• 7 jam laludetik.com
thumb
Persib Juara Super League 2025/26, Gelar Ketiga Secara Beruntun
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Metro Jaya Tangkap Begal Viral Pelaku Pencurian di Jakarta: Percepat Proses Penangkapan
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
LPDP Berbagi Informasi Beasiswa Pendidikan di Jogja Financial Festival
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.