Horor Ledakan Tambang Batu Bara China Tewaskan 90 Jiwa

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Shanxi -

Tambang batu bara di China meledak dan menewaskan sedikitnya 90 orang. Insiden yang diduga dipicu oleh ledakan gas ini tercatat sebagai bencana pertambangan terburuk di China dalam 17 tahun terakhir.

Kantor berita Xinhua, seperti dilansir AFP, Sabtu (23/5/2026), melaporkan bahwa ledakan itu mengguncang tambang batu bara Liushenyu di Provinsi Shanxi pada Jumat (22/5) malam, sekitar pukul 19.29 waktu setempat.

Total 247 pekerja berada di bawah tanah saat ledakan terjadi, dengan laporan awal Xinhua menyebut sebanyak 201 pekerja di antaranya telah dievakuasi ke permukaan hingga Sabtu (23/5) pagi.

Namun, kemudian Xinhua melaporkan penambahan jumlah korban tewas secara drastis, dengan mengonfirmasi sedikitnya 90 orang tewas akibat ledakan tersebut.

Baca juga: Ledakan Guncang Tambang Batu Bara di China, 8 Orang Tewas-Puluhan Terjebak

Sebanyak 345 personel darurat dikerahkan ke lokasi kejadian, di mana tim penyelamat sebelumnya melakukan pencarian "intensif" terhadap sembilan orang yang masih belum ditemukan.

Ledakan yang mengguncang pada Jumat (22/5) itu tercatat sebagai bencana pertambangan terburuk di China sejak tahun 2009, ketika sedikitnya 108 orang tewas dalam ledakan tambang di Provinsi Heilongjiang.

s Shanxi province. (Photo by CNS / AFP) / China OUT" title="Ilustrasi kecelakaan di tambang batu bara di Provinsi Shanxi, China" data-class="p_img_zoomin" />Ilustrasi -- Kecelakaan di tambang batu bara di Provinsi Shanxi, China (Foto: dok. CNS/AFP)
Presiden Xi Jinping Angkat Bicara

Presiden China, Xi Jinping, menyerukan "upaya maksimal" untuk merawat korban luka dan menyerukan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.

"(Xi) Menekankan bahwa semua wilayah dan departemen harus mengambil pelajaran dari kecelakaan ini, tetap waspada terhadap keselamatan tempat kerja... dan dengan tegas mencegah serta menekan terjadinya kecelakaan besar dan dahsyat," demikian seruan Xi seperti dikutip Xinhua.

Xinhua menambahkan bahwa seseorang yang "bertanggung jawab" atas perusahaan yang terlibat dalam ledakan tersebut telah "ditempatkan di bawah pengawasan sesuai dengan hukum".


(kny/jbr)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Begini Respon Suami Clara Shinta Saat Disinggung Soal Dugaan Perselingkuhan
• 10 jam lalucumicumi.com
thumb
Dani Carvajal Tinggalkan Real Madrid Akhir Musim Ini
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Presiden Tinjau Panen Raya Udang di Kebumen
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IHSG Sepekan Tertekan ke 6.162, Market Cap Rp1.190 Triliun Lenyap
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
BPBL Batam sebut minat budidaya lobster modeling mulai meningkat
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.