Kurikulum 2013 Perlahan Akan Ditinggalkan

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

MAKASSAR, KOMPAS - Kurikulum 2013 perlahan akan ditinggalkan karena dinilai sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pendidikan nasional. Kurikulum Merdeka yang masih menjadi kurikulum pendidikan nasional pun akan diperkuat dengan pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning.

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Laksmi Dewi menjelaskan, Kurikulum 2013 akan digantikan oleh Kurikulum Merdeka yang diperkuat dengan pembelajaran mendalam mulai tahun 2027. Namun, untuk satuan pendidikan di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) masih bisa menggunakan kurikulum 2013 hingga tahun 2028.

Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 12 Tahun 2024 Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Aturan itu sudah pula diperkuat dengan aturan baru yakni Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah 13/2025 yang menguatkan penerapan pembelajaran mendalam di dalam kurikulum nasional.

"Di 2027 selanjutnya itu sekolah akan melakukan penyesuaian masuk ke kurikulum yang baru atau Kurikulum Merdeka yang saat ini masih berlaku. Tapi untuk daerah 3T itu masih diberlakukan sampai 2027. Jadi mereka baru bisa melakukan perubahan di tahun 2028. Walaupun nanti kita belum tahu apakah masih kurikulum merdekah namanya," kata Laksmi ditemui di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan, Makassar, Sabtu (23/5/2026).

Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah saat ini tidak sedang mengganti kurikulum secara total, melainkan tengah memperbaiki kualitas proses pembelajaran. Pemerintah pun menyadari bahwa kurikulum pendidikan seharusnya fleksibel seiring dengan perkembangan zaman.

“Secara teori, kurikulum memang idealnya berubah selama manusia itu berubah. Karena perkembangan teknologi, informasi, dan pengetahuan juga berubah. Tetapi perubahan itu tidak harus radikal terus-menerus," ucapnya.

Secara teori, kurikulum memang idealnya berubah selama manusia itu berubah.

Penguatan kompetensi pendidik untuk bisa menerapkan pembelajaran mendalam pun terus dilakukan dalam masa transisi ini, salah satunya melalui forum komunikasi publik yang dilakukan di Makassar kali ini. Forum ini diikuti oleh ratusan perwakilan guru se-Sulawesi Selatan baik dari sekolah negeri maupun swasta.

Baca Juga”Deep Learning” Bukan Pengganti Kurikulum Merdeka, Lalu Apa?

Beberapa guru sebenarnya sudah memahami gagasan pendekatan pembelajaran mendalam sebagai pendekatan yang menempatkan murid sebagai manusia utuh, bukan sekadar obyek transfer ilmu. Salah satunya Suryaningsih dari SMA Negeri 1 Bone yang menilai dalam pembelajaran mendalam guru tidak boleh hanya berorientasi pada penyampaian teori, tetapi harus membangun hubungan saling menghargai antara guru dan murid.

"Guru kini harus kreatif dan inovatif agar pembelajarannya tidak hanya sebetas teori saja, tetapi mampu melibatkan dan meningkatkan keterlibatan, untuk menikmati pembelajaran sambil bermain dan belajar," kata Suryaningsih.

Laksmi menilai, pemahaman kebanyakan guru akan pembelajaran mendalam sudah cukup baik karena konsepnya tidak sepenuhnya baru, melainkan penguatan praktik pembelajaran yang selama ini telah dilakukan guru. Namun, ia menekankan bahwa inti dari pendidikan adalah memuliakan manusia sehingga murid harus dihargai sebagai individu yang sedang bertumbuh dan belajar.

Ia memaparkan, pembelajaran mendalam dibangun di atas tiga prinsip utama, yakni berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Berkesadaran berarti murid memahami tujuan belajarnya dan sadar mengapa ia perlu mempelajari sesuatu.

Kemudian, bermakna berarti materi pelajaran relevan dengan kehidupan nyata murid sehingga ilmu tidak berhenti sebagai teori semata. Sementara menggembirakan berarti proses belajar menghadirkan rasa nyaman, aman, dan antusiasme dalam diri siswa.

"Jadi nanti anak-anak juga harus bisa memberikan masukan kepada guru ketika proses pembelajaran belum menciptakan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.” ucap Laksmi.

Baca JugaMerdeka Belajar dan Jejak Perjalanan Kurikulum Pendidikan Indonesia

Pembelajaran mendalam juga tidak boleh hanya diterapkan di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, dan budaya sekolah. Program sekolah, hubungan guru dengan orangtua, serta keterlibatan masyarakat sekitar harus menjadi bagian dari proses pendidikan.

Namun, Lasmi juga menegaskan bahwa pembelajaran yang menggembirakan bukan berarti menghilangkan disiplin. Guru tetap memiliki tanggung jawab membentuk karakter dan kedisiplinan murid dengan tegas nan reflektif.

Untuk itu, pembelajaran mendalam harus mengintegrasikan empat aspek penting, yaitu olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga. “Kalau masih ada guru-guru galak, boleh sebetulnya selama tidak melewati batas," tuturnya.

Guru juga diminta agar tidak takut dalam mencoba menerapkan pembelajaran mendalam dan tidak merasa harus langsung membuat inovasi besar yang rumit dan mahal. Sebab, perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten.

"Yang paling penting adalah bagaimana murid merasa nyaman, tenang, dan senang belajar bersama kita. Menggembirakan itu bukan berarti harus selalu ice breaking, tetapi bagaimana anak merasa dihargai dan menikmati proses belajar," ujar Laksmi.

Baca JugaKurikulum yang Dimakan Usia 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen, Yudistira Nugraha, menegaskan bahwa forum ini sangat penting agar para pelaku di sektor pendidikan bisa tercerahkan. Adapun forum ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dua arah yang konstruktif dan partisipatif.

"Jadi Kemendikdasmen tidak melakukan perubahan kurikulum tapi menguatkan pembelajaran melalui deep learning. Pendekatan deep learning itu mendorong guru untuk membuat para murid bisa pintar melalui pembelajaran mendalam," kata Yudisthira.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump: Amerika Serikat Akan Tambah 5.000 Tentara ke Polandia
• 10 jam laluerabaru.net
thumb
Dolar AS Bergerak Datar Sepanjang Minggu Ini
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BMKG Prediksi Seluruh Wilayah Jakarta Diguyur Hujan pada Sabtu Sore hingga Malam
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Kesaksian Mengerikan WNI yang Diculik Israel saat Berlayar ke Gaza, Diberondong Tembakan!
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Kecelakaan Maut di Bantul, Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Mobil
• 22 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.