Jelang Puncak Haji, Wakapolri Perkuat Perlindungan Jemaah dengan Arab Saudi

viva.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

Ridyadh, VIVA – Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo beserta tim melakukan lawatan dan pertemuan dengan jajaran Presidency of State Security (PSS) Arab Saudi pada Jumat 22 Mei di Kantor PSS, Kota Riyadh, Arab Saudi.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi Indonesia–Arab Saudi dalam perlindungan warga negara serta pengamanan penyelenggaraan ibadah haji menjelang puncak musim haji 2026.

Baca Juga :
Wakapolri: KBPP Bukan Mitra tapi Bagian dari Polri
Arab Saudi Gagalkan 217 Kasus Haji Ilegal, 7 Ribu Pelanggar Hukum Dideportasi

Kedatangan Wakapolri disambut secara resmi oleh Wakil Direktur Intelijen PSS Arab Saudi, Mayjen Abdul Hamid, mewakili pimpinan PSS Arab Saudi. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh penghormatan, mencerminkan eratnya hubungan kedua negara dalam mendukung perlindungan jemaah haji Indonesia.

Lawatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi Satgas Haji Polri yang dibentuk bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, dalam upaya memperkuat pengawasan, pencegahan, serta perlindungan masyarakat dari praktik haji non-prosedural, penyalahgunaan visa, hingga berbagai modus penipuan yang merugikan calon jemaah.

Hingga saat ini, Subsatgas Gakkum Satgas Haji dan Umrah Polri Tahun 2026 telah menangani 11 Laporan Polisi (LP) dan 21 Laporan Informasi (LI), dengan 13 tersangka, jumlah korban mencapai 320 orang, serta total kerugian masyarakat sebesar Rp10.025.000.000.

Selain itu, Satgas Haji Polri juga telah melakukan pencegahan keberangkatan 32 WNI calon jemaah haji non-prosedural sebagai langkah perlindungan agar masyarakat tidak menjadi korban praktik keberangkatan ilegal.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan koordinasi terkait perlindungan warga negara, pertukaran informasi, serta percepatan penanganan persoalan yang berpotensi dihadapi jemaah Indonesia selama berada di Arab Saudi.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyampaikan, perlindungan jemaah membutuhkan penguatan sinergi sejak sebelum keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

“Polri bersama Kementerian Haji dan Umrah RI terus memperkuat pengawasan di dalam negeri untuk mencegah keberangkatan non-prosedural dan melindungi masyarakat dari praktik penipuan. Pada saat yang sama, koordinasi dengan otoritas Arab Saudi juga diperkuat agar perlindungan terhadap jemaah Indonesia dapat dilakukan secara menyeluruh,” ujar Isir.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia membutuhkan kolaborasi yang kuat agar setiap warga negara memperoleh kepastian, keamanan, dan perlindungan selama menjalankan ibadah.

Baca Juga :
Daging Dam Jemaah Haji Indonesia Akan Didistribusikan untuk Warga Palestina
Fase Pemberangkatan Rampung: 219.002 Jemaah RI Sudah Berada di Tanah Suci, Bersiap Puncak Haji
Jemaah Calon Haji RI yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Wafat di Makkah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Misi Anwar Hafid ke Hainan Bidik Masa Depan Ekonomi Sulteng
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
[FULL] Pidato Anies Baswedan Depan Wisudawan UGM, Singgung Rupiah hingga Susah Cari Kerja
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Rosatom dan China Perkuat Kerja Sama Nuklir hingga Teknologi Kuantum dalam Tiga Memorandum Baru
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Meski Jay Idzes Dipanggil ke Timnas Indonesia, Bung Ropan Prediksi Sang Kapten Tak Dimainkan Full Time oleh John Herdman
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Arthur Fils mundur dari Roland Garros 2026
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.