Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Tim Lansia dan Disabilitas (Landis) Sektor 1 Makkah mulai melakukan visitasi dan penjemputan jemaah haji yang akan mengikuti program Safari Wukuf, Sabtu (23/5/2026).
Pendataan jemaah yang diusulkan mengikuti Safari Wukuf sebelumnya sudah dilakukan oleh masing-masing tim kesehatan kloter. Selanjutnya, tim medis Safari Wukuf melakukan pengecekan kondisi kesehatan jemaah untuk menentukan apakah mereka memenuhi kriteria mengikuti program tersebut atau tidak.
Akhmad Yuliansyah Koordinator Tim Landis Sektor 1 Makkah mengatakan, proses pemeriksaan dilakukan secara bertahap. Beberapa jemaah dibawa ke kantor sektor untuk menjalani pemeriksaan langsung oleh dokter, sementara sebagian lainnya dikunjungi di hotel tempat mereka menginap.
“Beberapa jemaah kita bawa ke kantor sektor untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter. Sebagian lainnya didatangi langsung di hotel-hotel jemaah,” kata Akhmad Yuliansyah kepada suarasurabaya.net di Tanah Suci.
Ia menjelaskan, tim dokter akan menentukan apakah jemaah bisa langsung diberangkatkan mengikuti Safari Wukuf dan masuk ke hotel transit, atau masih perlu pemeriksaan lanjutan dari Tim Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Menurutnya, ada sejumlah jemaah dengan kondisi medis tertentu yang penanganannya harus berada di bawah pendampingan KKHI.
“Dalam visitasi ini dokter akan menilai apakah jemaah bisa langsung masuk Safari Wukuf atau perlu pemeriksaan lebih lanjut dari KKHI. Karena ada beberapa kondisi medis yang memang harus didampingi khusus,” ujarnya.
Setelah dinyatakan memenuhi syarat mengikuti Safari Wukuf, tim kesehatan kloter langsung menyiapkan catatan medis dan obat-obatan milik jemaah. Selanjutnya, jemaah dibawa menuju hotel transit menggunakan bus yang telah disediakan.
Sementara itu, jemaah yang masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan dari KKHI harus menunggu keputusan lebih lanjut. Hingga laporan ini disampaikan, tim KKHI masih berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji terkait pelaksanaan Safari Wukuf di bawah penanganan KKHI.
Dua jemaah haji dari Kloter 5 Embarkasi Surabaya termasuk yang masih menunggu kepastian tersebut. Tim medis menilai keduanya memerlukan pendampingan kesehatan intensif sehingga pelaksanaan Safari Wukuf mereka akan berada di bawah pengawasan KKHI.
Program Safari Wukuf sendiri dikhususkan bagi jemaah haji yang sakit maupun uzur agar tetap dapat menjalankan wukuf di Arafah, meski hanya beberapa jam, dengan pendampingan medis penuh.
Setiap sektor dibatasi maksimal 45 jemaah untuk mengikuti program ini. Nantinya, para jemaah akan diberangkatkan menuju Arafah menggunakan kendaraan khusus atau ambulans yang dilengkapi fasilitas kesehatan serta tenaga medis pendamping. (wid/bil/faz)




