Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS) Tulsi Gabbard mengundurkan diri dari jabatannya. Gabbard beralasan kondisi kesehatan suami yang menjadi penyebab.
Diketahui suami Gabbard menderita kanker tulang yang sangat langka. Namun di tengah keputusan tersebut, santer beredar kabar Gabbard mendapat tekanan dari Gedung Putih untuk melepas jabatannya.
Pengunduran diri Gabbard diumumkan pada Jumat (22/5/2026) waktu setempat. Diketahui ia sempat berselisih dengan Presiden Donald Trump perihal perang negaranya dan Israel melawan Iran.
Fox News melaporkan mantan anggota Kongres AS dari Partai Demokrat ini melaporkan keputusannya mundur dari jabatan pada Trump dalam pertemuan di Ruang Oval Gedung Putih. Gabbard menjabat sebagai Direktur Intelijen Nasional AS sejak 2025 lalu.
Keputusan Gabbard berlaku efektif mulai 30 Juni mendatang. Gabbard mengatakan dirinya mundur untuk merawat sang suami, Abraham Williams, dalam suratnya kepada Trump yang diunggah ke media sosial X.
"Dia menghadapi tantangan besar dalam beberapa minggu dan bulan ke depan. Saat ini, saya harus mundur dari pelayanan publik untuk berada di sisinya dan sepenuhnya mendukungnya melalui perjuangan ini," kata Gabbard merujuk pada suaminya.
Gabbard menikahi Williams, yang berprofesi sebagai sinematografer di Hawaii, dalam upacara Hindu. Keduanya bertemu saat syuting iklan kampanye, dan suami Gabbard melamarnya saat berselancar ketika matahari terbenam.
Gabbard menjadi pejabat wanita keempat yang meninggalkan kabinet Trump dalam beberapa bulan terakhir. Trump telah memecat Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem pada Maret dan Jaksa Agung AS Pam Bondi pada April. Sementara Menteri Tenaga Kerja AS Lori Chavez-DeRemer mundur dari jabatannya pada April di tengah serangkaian skandal.
(aud/aud)





