Wakapolri Bertemu Otoritas Saudi, Fokus Perlindungan Jemaah Haji

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita
Wakapolri Bertemu Otoritas Saudi, Fokus Perlindungan Jemaah HajiNasional | okezone | Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:39Dengarkan Berita

JAKARTA - Polri memperkuat koordinasi dengan otoritas keamanan Arab Saudi menjelang puncak musim Haji 2026 guna meningkatkan perlindungan terhadap jemaah Indonesia.

Penguatan kerja sama tersebut dilakukan melalui pertemuan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, dengan jajaran Presidency of State Security (PSS) Arab Saudi.

Kedatangan Wakapolri disambut resmi oleh Wakil Direktur Intelijen PSS Arab Saudi, Mayjen Abdul Hamid, yang mewakili pimpinan otoritas keamanan Arab Saudi.

Pertemuan itu menjadi bagian dari penguatan sinergi Satgas Haji Polri bersama Kementerian Haji dan Umrah RI dalam mengawasi, mencegah, dan melindungi masyarakat dari praktik haji non-prosedural, penyalahgunaan visa, hingga penipuan berkedok keberangkatan haji.

Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, perlindungan jemaah harus dilakukan secara menyeluruh sejak sebelum keberangkatan hingga selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Baca Juga:Wakapolri Minta Brimob Tingkatkan Kemampuan untuk Hadapi Tantangan Baru

“Polri bersama Kementerian Haji dan Umrah RI terus memperkuat pengawasan di dalam negeri untuk mencegah keberangkatan non-prosedural dan melindungi masyarakat dari praktik penipuan. Pada saat yang sama, koordinasi dengan otoritas Arab Saudi juga diperkuat agar perlindungan terhadap jemaah Indonesia dapat dilakukan secara menyeluruh,” ujar Isir, Sabtu (23/5/2026).

 

Hingga kini, Subsatgas Gakkum Satgas Haji dan Umrah Polri Tahun 2026 telah menangani 11 laporan polisi dan 21 laporan informasi terkait kasus haji ilegal maupun penipuan perjalanan ibadah.

Dari penanganan tersebut, polisi menetapkan 13 tersangka dengan jumlah korban mencapai 320 orang. Total kerugian masyarakat tercatat mencapai Rp10,025 miliar.

Selain itu, Satgas Haji Polri juga berhasil mencegah keberangkatan 32 warga negara Indonesia calon jemaah haji non-prosedural sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat agar tidak menjadi korban keberangkatan ilegal.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga membahas pertukaran informasi dan percepatan penanganan persoalan yang berpotensi dihadapi jemaah Indonesia selama berada di Arab Saudi.

Baca Juga:Tokoh Lintas Agama Datangi Rumah JK Malam Ini, Ada Apa?

Menurut Isir, Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia membutuhkan kolaborasi kuat dengan pemerintah Arab Saudi demi menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah.

“Perlindungan jemaah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, penguatan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, tertib, dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PLN: Kelistrikan di Aceh pulih bertahap setelah padam total
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di JICC, Tawarkan Promo Menarik untuk Hunian hingga Liburan
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran Pembiayaan Rp70 Miliar Lewat Program ACCES 2026
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Pertamina dan ERIA Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Transisi Energi
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemkab Cilacap Usul 543 Formasi CPNS untuk Sektor Pelayanan ini
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.