Jakarta: Apel peringatan 20 tahun gempa bumi Yogyakarta, digelar di Lapangan Garuda, Candi Prambanan, Sabtu, 23 Mei 2026. Apel tersebut jadi momentum membangun kesadaran kolektif untuk tanggap bencana.
"Ini adalah pernyataan kolektif bahwa kita memilih untuk siap, bukan menunggu," kata Country Director for Government Relations EDRR Indonesia, Rakyan Adibrata, dalam keterangan yang dikutip Sabtu, 23 Mei 2026.
Dalam kegiatan yang melibatkan seribu orang itu, pihaknya menegaskan komitmen mendukung peralatan kesiapsiagaan bencana. Rakyan menyebut hal itu dibutuhkan untuk penanggulangan bencana.
Baca Juga :
Gempa M5,3 Guncang Bengkulu Selatan pada Sabtu Malam"Karena kami percaya kesiapsiagaan harus didukung oleh teknologi dan kapasitas yang nyata di lapangan," tegas Rakyan.
Menurut Rakyan, kesadaran kolektif dan dukungan peralatan merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan. Hal tersebut, merupakan pelajaran yang didapat dari pengalaman gempa Yogyakarta.
"Gempa Yogyakarta dua puluh tahun lalu mengajarkan bahwa kecepatan dan ketepatan penanganan menentukan banyak nyawa,” kata Rakyan.
Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan, menyampaikan amanat Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, dalam apel. Yakni, menegaskan peringatan sebagai refleksi bersama.
“Bahwa kesiapsiagaan merupakan investasi yang sangat penting dalam upaya mengurangi risiko bencana,” kata Lilik.
Apel peringatan 20 tahun gempa Yogyakarta. Foto: Istimewa
Apel siaga menjadi rangkaian puncak dari dua hari penyelenggaraan peringatan 20 Tahun Gempa Bumi Yogyakarta dan Jawa Tengah. Apel yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) ini dilakukan bersama dengan PT Taman Wisata Candi, PT Astra International Tbk, dan EDRR Indonesia.
Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan menutup rangkaian Peringatan 20 Tahun Gempa Bumi Yogyakarta dan Jawa Tengah yang berlangsung selama dua hari, 22–23 Mei 2026. Melalui pendekatan kolaboratif pentahelix, kegiatan ini diharapkan memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kesiapan sumber daya dan peralatan, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat agar menjadi subjek yang proaktif dan tangguh dalam mengurangi risiko bencana.




