REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat sekaligus Ketua Musyrif Diny Haji 2026 KH M Cholil Nafis mengingatkan jamaah haji Indonesia agar memperbanyak doa dan dzikir saat menjalani puncak ibadah haji, wukuf di Arafah. Ia juga mengimbau jamaah agar menjauhi “tuhan-tuhan” dunia.
Pengasuh Pondok Pesantren Cendikia Amanah Depok itu menjelaskan, sebaik-baik doa adalah doa yang dipanjatkan saat wukuf di Arafah.
Baca Juga
Jamaah Haji Indonesia Diimbau Doakan Rakyat Palestina Saat Wukuf di Arafah
Jamaah Hilang di Makkah Ditemukan Sudah Meninggal, Kemenhaj Siapkan Badal Haji
Ini Detail Rangkaian Ibadah Puncak Haji dan Makna di Baliknya
“Sebagaimana disebutkan, sebaik-baik doa itu adalah doa di Arafah saat wukuf, yaitu mulai dari tergelincirnya matahari waktu Zhuhur sampai terbenamnya matahari waktu Maghrib,” ujar Kiai Cholil kepada Republika.co.id, Sabtu (23/5/2026).
Dia menuturkan, salah satu doa yang dibaca Rasulullah SAW dan para nabi sebelumnya adalah sebagai berikut.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Doa Saat Wukuf di Arafah
“Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiit wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.”
Menurut dia, terdapat pula riwayat yang membaca tanpa lafaz “yuhyii wa yumiit”, yakni:
“Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.”