Menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriah, Menteri Haji dan Umrah sekaligus Amirul Hajj, Mochamad Irfan Yusuf, melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke dapur konsumsi bagi jemaah Indonesia. Peninjauan ini difokuskan pada kesiapan produksi dan distribusi makanan siap santap untuk fase krusial di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Bersama rombongan Amirul Hajj dari kelompok KH Ahmad Dahlan, Menhaj Irfan Yusuf mengunjungi salah satu dapur konsumsi di wilayah Makkah. Fokus utama dalam peninjauan ini adalah memastikan ketersediaan makanan siap santap (ready to eat) yang akan dikonsumsi jemaah pada 7, 8, dan 13 Zulhijah.
Dalam keterangannya, Menhaj menegaskan bahwa sektor konsumsi merupakan salah satu isu paling krusial menjelang puncak pergerakan jemaah di Armuzna. Ia ingin memastikan bahwa seluruh jemaah mendapatkan asupan nutrisi yang layak dan tepat waktu di tengah padatnya aktivitas ibadah puncak haji.
Baca juga: Melihat Fasilitas Hotel Transit Jemaah Patuna Travel Dekat Kawasan Armuzna
"Kami ingin melihat bagaimana mereka menyiapkan makanan untuk jemaah haji kita. Alhamdulillah, selama ini mereka menjalankan amanah dengan baik, kualitas makanan sesuai standar, dan waktu pengiriman juga sesuai jadwal (on schedule)," ujar Irfan Yusuf usai melakukan pemeriksaan.
Untuk menghindari keterlambatan, distribusi makanan siap santap ini diharapkan sudah mulai dilakukan secara bertahap pada 22 hingga 23 Mei. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh jemaah telah menerima kebutuhan konsumsi mereka di hotel masing-masing sebelum mulai bergerak menuju Armuzna.
Menhaj menekankan, distribusi makanan siap santap menjadi sangat penting mengingat padatnya mobilitas dan penutupan sejumlah akses jalan saat puncak haji, yang kerap menyulitkan distribusi logistik. Menhaj juga optimis layanan konsumsi kepada jemaah haji bisa berjalan optimal.




