Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui bahwa Washington mengambil minyak Venezuela untuk membantu membiayai perang melawan Iran.
Pernyataan kontroversial itu disampaikan Trump saat berpidato dalam kunjungannya ke New York pada Jumat (22/5) waktu setempat.
Baca Juga: Efek Serangan Amerika, Kuota Internet 50GB Dibanderol Rp195 Ribu di Iran
Trump menyebut hasil minyak Venezuela bahkan mampu menutupi biaya perang Iran hingga puluhan kali lipat.
“Bagaimana kinerja kita di Venezuela? Tidak buruk. Kita telah mengekstraksi begitu banyak minyak di Venezuela, sehingga biaya perang telah tertutupi sekitar 25 kali lipat,” ujar Trump.
Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian karena mengaitkan keterlibatan AS di Venezuela dengan pendanaan perang di Timur Tengah.
Trump sebelumnya memang berulang kali membahas keberhasilan AS meningkatkan produksi minyak Venezuela setelah operasi Washington terhadap pemerintahan Caracas.
Sejak awal tahun 2026, AS juga melonggarkan sejumlah sanksi terhadap sektor minyak Venezuela demi menjaga pasokan energi global di tengah perang Iran.
Perang melawan Iran sendiri telah memicu lonjakan harga energi dunia dan menambah tekanan ekonomi di Amerika Serikat.
Laporan terbaru menyebut warga AS telah mengeluarkan tambahan biaya bahan bakar hingga 45 miliar dolar AS sejak perang Iran dimulai akibat kenaikan harga minyak global.
Sementara itu, biaya perang Iran yang ditanggung Pentagon kini diperkirakan telah mendekati 29 miliar dolar AS.
Meski pertempuran besar mulai mereda sejak gencatan senjata awal April, hubungan AS dan Iran masih sangat tegang.
Baca Juga: Amerika dan Israel Frustrasi Soal Iran, Terungkap Lewat Telepon Dramatis Netanyahu-Trump
Media AS melaporkan pemerintahan Trump tengah mempertimbangkan opsi serangan baru terhadap Iran karena frustrasi terhadap proses negosiasi damai yang berjalan alot.





