Tiyo Ardianto Dilarang Diskusi di Unnes, Eks Ketua BEM UGM Sebut Dicekal Birokrat Kampus karena Paranoia

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Eks Ketuiyaa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada atau BEM UGM Tiyo Ardianto dilarang berdiskusi di Universitas Negeri Semarang (Unnes). 

Tiyo mengaku dicekal oleh birokrat kampus. 

Padahal panitia sudah menjadwalkan acara diskusi itu sejak jauh hari, namun Tiyo dilarang untuk datang dan diskusi. 

“Di Universitas Negeri Semarang. Saya Dilarang Diskusi karena Paranoia Birokrasi,” tulis Tiyo dalam pernyataan terbuka di media sosialnya.

BACA JUGA:Pilih 02? Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Buatkan Surat Permohonan Maaf untuk Pendukung Prabowo-Gibran

Menurutnya, universitas sejatinya mesti dijiwai oleh pikiran merdeka dan nurani jernih manusia. Tugas civitas akademika adalah memastikan supaya jiwa itu senantiasa terjaga. 

Apabila ada pembungkaman hak manusia untuk bicara, kata dia, maka kampus sudah selayaknya menjadi yang terdepan membela bukan justru menjadi pelaku utama yang mengunci pintu bagi dialektika. 

“Sayangnya, anomali itulah yang saya alami hari ini. Saya dicekal birokrat kampus. Saya dilarang datang pada sebuah agenda diskusi yang sejak lama telah direncanakan di Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah. Alasan para birokrat kampus hanya karena saya sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua BEM UGM. Sebuah alasan yang rasanya tidak masuk akal bagi siapapun,” tuturnya. 

BACA JUGA:Jabatan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Selesai, Penggantinya Diminta Sama Kritisnya Berani Lawan Prabowo dan MBG

Tiyo percaya bahwa untuk bicara tentang penderitaan rakyat kita hanya butuh kebersihan hati dan kemauan belajar, bukan jabatan. 

Ia menegaskan berapa banyak orang dengan jabatan mentereng yang justru buta dan bungkam ketika rakyat ditindas? 

Tiyo menegaskan alasan diskriminatif yang mengaitkan hak bicara dengan jabatan formal ini sesungguhnya adalah pelecehan atas hak asasi manusia.

BACA JUGA:Sedih Pak Purbaya Semakin Kuyu dan Kurus, Ketua BEM Tiyo Ardianto Endus APBN Tak Baik-Baik Saja 

Di tengah situasi ini, saya sampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada rekan-rekan panitia atas niat baiknya dalam menghidupkan ruang bagi gagasan di kampus yang melanggengkan kultur feodal. Saya bersaksi, bahwa sejak awal, panitia telah berkomitmen membangun forum akademis yang sehat serta terbuka dan karenanya perilaku represif birokras jelas tidak pantas mereka terima.Salam saya untuk rekan-rekan di Semarang yang mestinya siang ini kita berjumpa. Kita teguhkan kembali dalam hati bahwa kita tidak takut. Kita tidak berhenti. Kita justru semakin berani kini. Tekanan demi tekanan adalah tanda bahwa kita berdiri di sumbu kebenaran. Pembungkaman dalam bentuk apapun tidak akan pernah mampu membunuh gagasan-karena sejarah telah membuktikan: tekanan adalah energi paling manjur bagi perlawanan! Terima kasih energinya, UNNES. Jakarta, 23 Mei 2026. Tiyo Ardianto,” tulisnya. 

Tiyo Ardianto memang sejak setahun terakhir terus melakukan pergerakan di tiap kampus terutama menyuarakan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan juga kepemimpinan Prabowo-Gibran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ratu Sofya Bantah Somasi Ibundanya, Pengacara: Cuma Pernyataan dan Penegasan
• 12 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Prudential Sebut Koreksi IHSG Tekan Portofolio Investasi Asuransi Syariah
• 57 menit lalubisnis.com
thumb
Pro-kontra Muncul Menyusul WNA Jadi Dirut BUMN Ekspor
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Dukung Energi Terbarukan, Kasad Tinjau Pengelolaan Sampah Terpadu di Bali
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Berkomitmen Perluas Tambak Produktif di Berbagai Daerah Indonesia
• 17 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.