Bandung, VIVA – Sukses membawa Persib Bandung merengkuh takhta tertinggi musim ini, pelatih kepala Bojan Hodak memberikan pandangan mendalam mengenai peta persaingan kompetisi yang dinilainya jauh lebih mengerikan dibanding musim-musim sebelumnya. Secara khusus, ia menyoroti nasib rival terdekat mereka, Borneo FC, yang gagal keluar sebagai kampiun meski tampil luar biasa sepanjang musim.
Bagi Hodak, kegagalan Pesut Etam memuncaki klasemen akhir bukanlah karena kualitas permainan yang buruk, melainkan murni karena faktor dewi fortuna yang belum berpihak.
"Mereka tidak punya keberuntungan. Mereka punya tim yang bagus tapi tidak memiliki keberuntungan," ujar Bojan Hodak saat dimintai komentar terkait sang pesaing.
Kualitas Liga Meroket, Standar Poin Makin Gila
Pelatih asal Kroasia ini menjabarkan bahwa regulasi baru serta peningkatan materi pemain di setiap klub membuat kompetisi berjalan sangat ketat. Kehadiran legiun asing dan meratanya talenta lokal memaksa setiap tim untuk mengerahkan kemampuan terbaik di setiap pekan.
- VIVA/Surya Aditiya
"Musim ini lebih sulit karena setiap tim mempunyai tujuh pemain asing di lapangan. Dan setiap tim kini memiliki setidaknya lima pemain lokal yang bagus. Tentu saja ini membuat lebih sulit dan kualitas dari liganya berkembang jika dibandingkan musim-musim sebelumnya," jelasnya.
Hodak bahkan memberikan gambaran ekstrem mengenai meroketnya standar kompetisi saat ini. Menurutnya, torehan poin yang musim lalu sudah cukup untuk membawa tim bertarung di papan atas, kini tidak lagi mematikan.
"Musim lalu, jika kami mendapatkan poin yang sama dengan musim lalu, kami mungkin hanya berada di peringkat 4-5 musim ini. Kalian bisa lihat tiga tim teratas sangat siap jika dibandingkan tim yang lain," tambahnya.
Ia pun merasa torehan poin yang dikumpulkan sang rival musim ini sebenarnya sudah sangat fantastis untuk standar juara, namun persaingan yang terlalu ketat mengubah segalanya. "Pada akhirnya, ini lebih sulit dari musim yang sebelumnya dan saya rasa ini cukup aneh ketika ada tim yang mendapatkan 79 poin (Borneo FC) tetapi tidak bisa menjadi juara."
Di sisi lain, saat ditanya apakah dirinya sempat memantau hasil laga pamungkas Borneo FC yang berhadapan dengan Malut United, Hodak mengaku tidak terlalu memedulikannya karena sudah bisa memprediksi hasil akhir. "Kami tidak mengikutinya, tapi kami sudah menduga Malut kalah karena tanpa sepuluh pemain andalannya," cetusnya singkat.





