Zelensky Ungkap Rusia Siapkan Serangan Besar-besaran ke Ukraina

detik.com
15 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan telah menerima informasi terkait rencana serangan dari Rusia. Zelensky menyebut data intelijen yang diterimanya mengungkap serangan itu akan terjadi dalam waktu dekat.

Peringatan dari Zelensky ini menyusul pengumuman dari pihak Rusia terkait bertambahnya korban tewas di perguruan tinggi dan asrama Ukraina timur yang dikuasai negara tersebut. Rusia menyebut korban tewas menjadi 18 orang.

"Dinas intelijen kami melaporkan telah menerima data, termasuk dari mitra Amerika dan Eropa, tentang Rusia yang sedang mempersiapkan serangan dengan rudal Oreshnik," kata Zelensky dilansir AFP, Minggu (24/5/2026).

Baca juga: AS Dakwa Mantan Pemimpin Kuba Raul Castro, 3 Hal Ini Bisa Terjadi

Rudal Oreshnik merupakan sebuah perangkat dari Rusia yang dikenal mampu membawa hulu ledak nuklir. Zelensky mengatakan mereka sedang memeriksa informasi tersebut.

"Kami melihat tanda-tanda persiapan untuk serangan gabungan di wilayah Ukraina, termasuk Kyiv, yang melibatkan berbagai jenis persenjataan," katanya.

"Tekanan harus diberikan kepada Moskow agar tidak memperluas perang."

Kedutaan besar Amerika Serikat di Kyiv juga mengatakan telah "menerima informasi mengenai potensi serangan udara signifikan yang dapat terjadi kapan saja dalam 24 jam ke depan".

Dalam pesan yang diunggah di situs webnya, mereka menyatakan bahwa peringatan tersebut berlaku untuk seluruh wilayah Ukraina.

Pekan lalu, militer Rusia melakukan latihan senjata nuklir selama tiga hari yang melibatkan ribuan pasukan di seluruh negeri.

Baca juga: Putin-Xi Jinping Saling Topang Hadapi AS dan Ukraina

Baik Zelensky maupun kedutaan besar AS dalam pesan mereka menyerukan warga negara mereka untuk mencari perlindungan jika terjadi peringatan udara.

Sejauh ini Rusia telah menggunakan Oreshnik terhadap Ukraina dua kali, dengan hulu ledak konvensional. Serangan itu terjadi pada November 2024 terhadap pabrik militer dan pada Januari 2026 terhadap pabrik penerbangan di bagian barat Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin menjanjikan respons militer setelah serangan drone Ukraina yang mematikan di Starobilsk di wilayah Lugansk yang diduduki Rusia, yang diluncurkan pada Kamis malam hingga Jumat pagi.

Kyiv membantah menargetkan warga sipil dan mengatakan telah mengenai unit drone Rusia yang ditempatkan di daerah Starobilsk.




(ygs/ygs)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Maling di Jakbar Ditangkap Warga Usai Curi 2 Hp, Motifnya Buat Judol-Beli Sabu
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Pemadaman Massal Sumatra, IESR Desak Investigasi Independen dan Transparan
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Usia Cuma Angka, Pria 59 Tahun Ini Sikat Race Run 10K Jogja Run D-City
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menanti Kepulangan 9 WNI Korban Penangkapan Israel ke Tanah Air
• 23 jam laludetik.com
thumb
Polisi ungkap peredaran ratusan gram tembakau sintetis di Jaktim
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.