Bidik Pasar Transportasi Premium, Teknologi Jerman Mulai Lirik Industri Bus Indonesia

kompas.tv
8 jam lalu
Cover Berita
Sejumlah pengunjung tengah menyaksikan teknologi sasis bus di salah satu booth peserta Busworld Southeast Asia 2026 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 20–22 Mei 2026. (Sumber: istimewa)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Pasar transportasi massal berbasis jalan di Indonesia kian seksi. Peningkatan konektivitas berkat masifnya pembangunan tol trans-Jawa dan Sumatera memicu lonjakan permintaan armada bus kelas premium.

Momentum ini ditangkap oleh para pemain industri transportasi global untuk membidik pasar domestik, salah satunya melalui Busworld Southeast Asia 2026, sebuah ajang pameran transportasi terbesar se-Asia Tenggara yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 20-22 Mei 2026 pekan lalu.

Langkah ini menandai pergeseran menarik dalam peta persaingan otomotif nasional. Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar konsumen, tetapi telah berevolusi menjadi mitra strategis yang diperhitungkan.

Baca Juga: Mudik atau Balik Pakai Motor, Praktisi Otomotif Sarankan Bobot di Atas Kendaraan yang Ideal

Hal ini terlihat dari bagaimana teknologi sasis modern dari Eropa kini langsung dikawinkan dengan keahlian tangan-tangan lokal melalui industri karoseri dalam negeri.

Dalam pameran tersebut, salah satu pabrikan otomotif terkemuka asal Jerman, MAN, memilih momentum ini untuk memperluas penetrasinya ke pasar bus tanah air, setelah sebelumnya lebih banyak bermain di segmen truk. Langkah ini menegaskan ceruk pasar kendaraan umum jarak jauh dan bus pariwisata di Indonesia memiliki daya tarik yang sangat tinggi di level regional.

Kolaborasi global-lokal ini mewujud nyata dalam kehadiran armada bus tingkat (double-decker) yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan perjalanan premium. Bodi bus mewah ini sepenuhnya digarap oleh perusahaan karoseri nasional terkemuka asal Magelang, New Armada. Sinergi ini membuktikan bahwa kualitas pengerjaan (craftsmanship) industri karoseri Indonesia telah memenuhi standar keamanan dan estetika internasional yang ketat.

“Sasis MAN RR4 dirancang untuk mendukung berbagai aplikasi bodi bus, menawarkan fondasi yang fleksibel untuk konfigurasi yang disesuaikan dengan kondisi operasional lokal dan kebutuhan spesifik pelanggan. Fokus kuat ditempatkan pada penyediaan fitur keselamatan canggih bagi penumpang," jelas Roland Kopp dan Tom Kuiphuis, dua spesialis sasis bus MAN yang kompak menyatakan hal tersebut.

Dalam siaran pers yang diterima Kompas.tv, Sabtu (23/5/2026), karakteristik geografis dan pasar di Indonesia membutuhkan platform kendaraan yang fleksibel. Armada tidak hanya dituntut memiliki durabilitas tinggi untuk perjalanan jarak jauh, tetapi juga wajib mengusung fitur keselamatan aktif yang mutakhir demi menjamin keamanan penumpang di jalur bebas hambatan.

Baca Juga: Gemar Road Trip, Komunitas Otomotif Ini Perkenalkan Destinasi yang Bisa Jadi Pilihan di Purwakarta

Penulis : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • sasis
  • industri karoseri
  • bus double decker
  • bus tingkat
  • man
  • Busworld Southeast Asia 2026
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Laga Persija vs Semen Padang Dijaga Ketat, Gegana Turun ke JIS
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Lansia di Jombang Bakar Toko Grosir karena Sakit Hati Diusir Pemilik
• 11 jam laludetik.com
thumb
Erin Klaim Serahkan Bukti CCTV Baru Terkait Laporan Mantan ART, Eks Istri Andre Taulany Pastikan Tak Ada Penganiayaan
• 2 jam lalugrid.id
thumb
PNM Mengajar Dorong 2.700 Siswa SMK Se-Indonesia Siap Hadapi Tantangan Dunia Kerja dan Kewirausahaan
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Pertama Kali dalam 40 Tahun, Tak Ada Pemain Liverpool di Timnas Inggris
• 22 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.