Selain Kebijakan BI, Ini Biang Kerok Lainnya Penyebab Tren Rupiah Melemah

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pelemahan nilai tukar rupiah disebut-sebut tak hanya dipengaruhi oleh kebijakan moneter Bank Indonesia (BI), melainkan juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal lainnya yang terjadi dalam dinamika geopolitik global.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, saat ditanya pendapatnya terkait pandangan Gubernur BI, Perry Warjiyo, soal pergerakan rupiah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar.

Baca Juga :
Bantu Dorong Ekonomi Nasional, BNI Perkuat Ekosistem Digital dan Pasar Global
Misbakhun Sebut Penurunan Rupiah Tidak Separah Tahun 1998, Simak Perbandingannya

"Kalau perhitungan saya mestinya sama (dengan perhitungan Gubernur BI), tetapi rupiah ini kan tidak berada di ruang hampa,” kata Josua dalam Media Briefing Bank Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 23 Mei 2026.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede
Photo :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Dia menjelaskan bahwa ada beragam faktor lain yang turut memengaruhi pergerakan rupiah di pasar keuangan global. Misalnya seperti kondisi pasar modal, keputusan investor asing, indeks global seperti MSCI, hingga dinamika aliran modal asing ke Indonesia.

"Faktor lain misalnya seperti mood investor, ada MSCI, ada keputusan foreign inflow kita. Itu yang turut memengaruhi sehingga kita tidak bisa melihat kebijakan Bank Indonesia secara kosong,” ujarnya.

Karenanya, Josua justru menilai bahwa kebijakan suku bunga maupun langkah stabilisasi nilai tukar rupiah dari Bank Sentral sangat penting untuk merespons ragam dinamika sekaligus menjaga kepercayaan pasar.

Meskipun Dia juga mengakui bahwa efektivitas kebijakan BI itu juga sangat dipengaruhi sentimen global, kondisi geopolitik, hingga arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed).

Josua menilai, volatilitas rupiah saat ini masih berada dalam kondisi yang wajar, meskipun pasar keuangan global tengah menghadapi tekanan akibat ketidakpastian ekonomi dunia.

Terlebih, koordinasi antara pemerintah dan BI menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama dalam menghadapi tekanan eksternal terhadap nilai tukar rupiah.

“Jadi kita harus melihatnya secara menyeluruh, bukan hanya satu kebijakan Bank Indonesia saja,” ujarnya.

Baca Juga :
Nyawa Saldo Rekening Anda Terancam AI
BI Ungkap Penyebab Kredit UMKM Melambat di April 2026, Singgung Peran Perbankan
Pengamat Sebut Pelemahan Rupiah Bukan Satu-satunya Indikator Ekonomi Indonesia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jarang Terjadi! Harga Emas Turun 4 Hari Beruntun, Jadi Semurah Ini
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Heboh Teror Pocong di Baureno Ternyata Hoaks, Polisi Ungkap Foto Editan Warga
• 3 jam laluberitajatim.com
thumb
Harga Pangan Jakarta, Beras dan Cabai Kompak Turun Saat Daging hingga Minyak Goreng Naik
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Tiket Konser Westlife di GBK Diserbu! VIP Ludes 5 Menit, Antrean Tembus 45 Ribu Fans
• 17 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Kronologi Mobil Anggota DPR Gus Hilman Kecelakaan, 2 Staf Meninggal Dunia
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.