JAKARTA, KOMPAS.com - Perjalanan Berliana (27) dengan angkutan JakLingko 49 rute Lebak Bulus-Cipulir berubah menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan.
Ia menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan sesama penumpang berinisial NS (30) di kawasan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Peristiwa itu bermula saat Berliana berada di dalam angkutan JakLingko yang melaju dari arah Bintaro menuju Cipulir.
Baca juga: Penumpang JakLingko Ditampar dan Ditendang di Dalam Angkot, Pelaku Ditangkap
Di tengah perjalanan, pelaku naik ke angkutan dari kawasan Bintaro.
“Dia naik dari Bintaro, lalu masuk, duduk di barisan belakang sopir tapi paling pojok, bentukannya mobilnya itu mobil Grand Max yang slide,” ujar Berliana di Polsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2026).
Mesin Tap Alami GangguanAwalnya, pelaku tampak seperti penumpang biasa.
Bahkan, ia sempat menawarkan bantuan kepada penumpang lain untuk melakukan tap kartu pembayaran elektronik.
Baca juga: Kronologi Penumpang JakLingko Ditampar dan Ditendang, Bermula dari Mesin Tap Error
Namun, suasana di dalam angkutan perlahan berubah ketika mesin tap mengalami gangguan.
"Tiba-tiba dia membentak ibu-ibu kayak 'mau di-tapin enggak kartunya?' kalau ditanya apa, jawab apa. Itu semua nengok, memang karena dia ngebentak kan, terus aku jelasin, karena mesin card itu lagi error," kata dia.
Menurut Berliana, saat itu mesin tap diduga sedang bermasalah karena lampu hijau yang biasanya muncul saat proses tap tidak kunjung padam.
Situasi yang mulai membuat penumpang tidak nyaman itu membuat sebagian dari mereka memilih menitipkan kartu kepada Berliana untuk diserahkan kepada pelaku agar dibantu melakukan tap.
Baca juga: Penganiaya Penumpang JakLingko di Jaksel Ternyata Baru Keluar dari RSJ
Ditampar dan DitendangSuasana di dalam angkutan sempat tenang. Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama saat seorang penumpang yang duduk di samping Berliana hendak turun dari kendaraan.
Ketika Berliana berusaha membantu membuka jalan bagi penumpang tersebut, ia mengaku tiba-tiba ditampar oleh pelaku.
"Tiba-tiba ditampar aja sebelah kiri gitu. Terus saya kaget, kenapa ditampar gitu. Terus dia balik lagi ngomong kayak, 'lu ditanya aku jawab apa', gitu kan,” kata dia.
Merasa kesal dengan tindakan pelaku, Berliana kemudian mencoba merekam kejadian itu menggunakan ponselnya.
Baca juga: Kurangi Kemacetan Jakarta, Pramono Bakal Tambah Armada Mikrotrans JakLingko





