Liputan6.com, Jakarta - Aroma gudeg langsung tercium begitu memasuki warung milik Marjono (60) di kawasan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Di tempat itulah, pria asal Yogyakarta itu menjalankan usaha Gudeg Bu Sri yang sudah bertahan lebih dari dua dekade.
Marjono mulai merintis usaha tersebut pada 2002. Tidak lama setelah memutuskan merantau ke Cileungsi. Sebelum membuka usaha sendiri, dia sempat bekerja di Yogyakarta. Namun setelah berhenti bekerja, dia memilih mencoba peruntungan di tanah rantau.
Advertisement
“Dulu kerja di Jogja, terus berhenti, merantau ke sini,” kata Marjono saat ditemui di warungnya, Jumat, 22 Mei 2026.
Berbeda dengan banyak perantau lain yang berpindah-pindah tempat, Marjono mengaku langsung menetap di Cileungsi sejak pertama datang. Di tempat itu pula dia mulai membangun usaha gudeg yang kini dikenal pelanggan tetapnya.
Namun perjalanan usaha tidak langsung berjalan mulus. Pada awal berjualan, warungnya belum banyak dikenal orang. Menurutnya, butuh waktu sekitar satu tahun lebih hingga pelanggan mulai berdatangan dan usaha perlahan berkembang.
“Setahunan baru mulai ada peningkatan,” ujarnya.
Hingga kini, usaha Gudeg Bu Sri masih dijalankan bersama keluarga. Marjono dibantu istri dan anak-anaknya dalam mengelola usaha sehari-hari.




