Pesona Partai Kecoak hingga Bikin Kepincut Anak Muda India

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kemunculan 'Partai Rakyat Kecoak' saat ini menjadi fenomena baru di India. Digandrungi generasi muda, partai ini mulai mengganggu kemapanan partai penguasa India.

Dirangkum detikcom, Minggu (24/5/2026), kemunculan partai ini merupakan respons satire atas komentar pejabat India yang menyindir para pemuda. Partai ini sendiri diinisiasi oleh pria bernama Abhijeet Dipke (30), seorang lulusan jurusan hubungan masyarakat dari Universitas Boston di Amerika Serikat (AS). Idenya ini muncul sebagai respons atas ucapan Ketua Mahkamah Agung India, Surya Kant.

Pada Jumat (15/5) lalu, Surya Kant mengatakan dalam sidang terbuka bahwa "parasit" tengah menyerang sistem. Dia kemudian menyamakan kaum muda dengan kecoak "yang tidak mendapatkan pekerjaan dan tidak memiliki tempat dalam profesi apa pun".

"Ada kaum muda seperti kecoak, yang tidak mendapatkan pekerjaan atau memiliki tempat dalam profesi apa pun. Beberapa dari mereka menjadi media, beberapa menjadi media sosial, aktivis RTI dan aktivis lainnya, dan mereka mulai menyerang semua orang," katanya.

Baca juga: Iran Wanti-wanti Trump: AS Akan Merasakan Kehancuran Jika Perang Pecah Lagi

Sindiran Dibalas Satire Politik

Abhijeet Dipke kemudian merespons sindiran itu dengan satire politik. Dia membuat lelucon tentang Partai Janta Kecoak ("janta" berarti rakyat dalam bahasa Hindi). Namun, siapa sangka, partai ini diikuti oleh banyak muda India di media sosial.

Dalam situsnya, Partai Rakyat Kecoak ini mempunyai misi yang bunyinya terdengar seperti satire atas ucapan Surya Kant. "Mengadakan pesta untuk anak muda yang terus-menerus disebut malas, selalu online, dan - baru-baru ini - kecoa. Itu saja. Itulah misinya. Selebihnya adalah satir," bunyi misi partai ini.

Sementara itu, Kant kemudian mengklarifikasi pernyataannya. Dia mengatakan bahwa komentarnya berkaitan dengan beberapa orang yang memperoleh gelar palsu, dan tidak menargetkan kaum muda India, yang ia sebut sebagai "pilar India yang maju".

Namun, pernyataannya menuai kemarahan yang cukup besar, terutama dari pengguna internet Generasi Z yang tengah menghadapi masalah pengangguran skala besar, inflasi, dan perpecahan agama di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.

Saat kemarahan meningkat di media sosial, Dipke memposting di X pada hari Sabtu: "Bagaimana jika semua kecoa berkumpul?"

Dipke menjelaskan bahwa ini merupakan perlawanan khas anak muda. Dia mengungkap alasannya juga kenapa memilih kecoa.

Baca juga: Mundurnya Bos Intelijen AS dan Cerita Cekcok dengan Trump soal Perang Iran

"Mereka yang berkuasa menganggap warga negara sebagai kecoa dan parasit," kata Dipke kepada Al Jazeera pada hari Selasa (20/5) dari Chicago.

"Mereka harus tahu bahwa kecoa berkembang biak di tempat-tempat yang busuk. Itulah India saat ini."




(ygs/ygs)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Pangan Nasional Jelang Idul Adha, Harga Cabai dan Daging Sapi Merangkak Naik
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Harry Kane hattrick, Bayern Muenchen juara Piala Jerman 2025/2026
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Matangkan Persiapan Armuzna, Menhaj Pastikan Konsumsi Jemaah Haji Indonesia Aman | KOMPAS PETANG
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Kecelakaan Anggota DPR Gus Hilman di Tol Paspro Diduga Akibat Sopir Ngantuk
• 7 jam laludetik.com
thumb
Cerita Ibu: Sempat Dirahasiakan dari Suami, Lala Ikut Hyrox Osaka saat Hamil!
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.