Tak Bisa Berenang, Santri di Banjarnegara Hilang Terseret Arus Sungai Serayu

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
Tak Bisa Berenang, Santri di Banjarnegara Hilang Terseret Arus Sungai SerayuNasional | inews | Minggu, 24 Mei 2026 - 07:43Dengarkan Berita

BANJARNEGARA, iNews.id – Seorang santri pondok pesantren (Ponpes) darul Falah hanyut terbawa arus Sungai Serayu di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Korban diduga tidak mahir berenang dan terlepas dari pertolongan rekan-rekannya akibat kuatnya arus air sungai. 

Hingga saat ini, tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, beserta para relawan masih terus berupaya melakukan pencarian. Petugas mengerahkan dua unit perahu karet untuk menyusuri aliran sungai dan menyisir titik-titik krusial yang diduga menjadi jalur hanyutnya korban. 

Koordinator Pos Basarnas Wonosobo, Dani Fitra Maulana mengatakan, derasnya arus Sungai Serayu menjadi kendala utama dalam proses pencarian santri malang tersebut. 

“Kami masih berupaya mencari korban dengan menerjunkan dua regu menggunakan perahu karet serta menyisir beberapa titik,” katanya, Sabtu (23/5/2026)

Berdasarkan data yang dihimpun, korban diketahui bernama Raihan Azka (13), seorang santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Falah, Desa Rakit, Banjarnegara. 

Baca Juga:BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter pada 24-27 April

Kapolsek Rakit, AKP Satimin mengatakan, peristiwa memilukan ini bermula saat korban bersama teman-temannya nekat berenang di sungai. Saat itu, sebanyak 11 santri pergi ke Sungai Serayu untuk mandi bersama tanpa sepengetahuan dan izin dari pengurus pondok pesantren. 

“Saat asyik mandi, korban diduga tidak mahir berenang hingga mulai tenggelam dan terseret arus. Rekan-rekan korban sempat berupaya menolong dengan memegang tangannya. Namun, karena kuat dan derasnya arus sungai, pegangan tangan korban terlepas hingga akhirnya ia hilang terbawa arus,” katanya.

Pihak pengelola Pondok Pesantren Darul Falah menegaskan bahwa aturan di lingkungan pesantren sangat ketat mengenai keselamatan santri. Pihak ponpes sebenarnya sudah lama mengeluarkan larangan keras bagi seluruh santri untuk bermain maupun mandi di sekitar area sungai. 

Kasus ini kini dalam penanganan penuh oleh pihak kepolisian setempat dan tim Search and Rescue (SAR). Tim gabungan menegaskan akan terus memaksimalkan pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

#jateng

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AHY di Munas Ikastara: Kalau Ingin Perubahan Harus Lewat Jalur Politik
• 20 jam laludetik.com
thumb
Rampas Motor dan Ponsel Milik Pelajar, Dua Polisi Gadungan di Kendal Ditangkap
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Menuju Fase Pemulihan, 5 Jembatan Permanen di Aceh Ditargetkan Rampung Juli
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Gegara Pulau RI Ini, Satu Dunia Berubah Total
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Cerita Bos BRI yang Sukses Jadi Tokoh Kunci Merger Bank Besar
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.