Jelang Puncak Haji, Polri Lakukan Pertemuan dengan PSS Arab Saudi

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo melakukan pertemuan dengan jajaran Presidency of State Security (PSS) Arab Saudi.

Jelang Puncak Haji, Polri Lakukan Pertemuan dengan PSS Arab Saudi (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo melakukan pertemuan dengan jajaran Presidency of State Security (PSS) Arab Saudi. 

Hal itu untuk penguatan koordinasi Indonesia–Arab Saudi dalam perlindungan warga negara serta pengamanan penyelenggaraan ibadah menjelang puncak musim Haji 2026.

Baca Juga:
Pembangunan Sekolah Rakyat di Katingan Rampung Bulan Depan, Tampung 1.000 Siswa

Kedatangan Wakapolri disambut secara resmi oleh Wakil Direktur Intelijen PSS Arab Saudi, Mayjen Abdul Hamid, mewakili pimpinan PSS Arab Saudi. 

Lawatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi Satgas Haji Polri yang dibentuk bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, dalam upaya memperkuat pengawasan, pencegahan, serta perlindungan masyarakat dari praktik haji non-prosedural, penyalahgunaan visa, hingga berbagai modus penipuan yang merugikan calon jamaah.

Baca Juga:
Seluruh Skenario Pelayanan dan Mitigasi Lapangan Diperkuat Jelang Puncak Haji

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa perlindungan jemaah membutuhkan penguatan sinergi sejak sebelum keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

“Polri bersama Kementerian Haji dan Umrah RI terus memperkuat pengawasan di dalam negeri untuk mencegah keberangkatan non-prosedural dan melindungi masyarakat dari praktik penipuan. Pada saat yang sama, koordinasi dengan otoritas Arab Saudi juga diperkuat agar perlindungan terhadap jemaah Indonesia dapat dilakukan secara menyeluruh,” ujar Isir Minggu (24/5/2026).

Baca Juga:
Penyaluran Kredit BPD Capai Rp562,8 Triliun hingga Maret 2026

Hingga saat ini, Subsatgas Gakkum Satgas Haji dan Umrah Polri Tahun 2026 telah menangani 11 Laporan Polisi (LP) dan 21 Laporan Informasi (LI), dengan 13 tersangka, jumlah korban mencapai 320 orang, serta total kerugian masyarakat sebesar Rp10.025.000.000. 

Selain itu, Satgas Haji Polri juga telah melakukan pencegahan keberangkatan 32 WNI calon jemaah haji non-prosedural sebagai langkah perlindungan agar masyarakat tidak menjadi korban praktik keberangkatan ilegal.

Baca Juga:
Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Sebagian Besar Telah Dinegosiasikan

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan koordinasi terkait perlindungan warga negara, pertukaran informasi, serta percepatan penanganan persoalan yang berpotensi dihadapi jemaah Indonesia selama berada di Arab Saudi.

Isir menambahkan, Indonesia sebagai negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia membutuhkan kolaborasi yang kuat agar setiap warga negara memperoleh kepastian, keamanan, dan perlindungan selama menjalankan ibadah.

“Perlindungan jamaah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, penguatan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, tertib, dan sesuai ketentuan,” ujar Isir.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seru! CT dan Bos BRI Bagi-Bagi Tips Usaha di Jogja FinFest 2026
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mahasiswa Makin Bergantung pada AI, Pendidikan Indonesia Siap?
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Profil Tiara Savitri, Putri Mulan Jameela yang Akan Dinikahi Putra Keponakan Gus Dur, Atalla Wahid
• 14 jam lalugrid.id
thumb
Bareskrim Polri Turunkan Tim Selidiki Sebab Padam Listrik Massal di Sumatra
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Identitas Penembak Dekat Gedung Putih Terbongkar, Pernah Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
• 4 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.