Sepeda Roda Besar Bersinar di Festival Sepeda Internasional

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

Rombongan wisatawan dari kalangan perempuan paruh baya mendekati deretan sepeda roda besar (sepeda Penny-Farthing) yang dipajang di bangunan pendapa di Lapangan Candi Sewu, kompleks Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). Mereka girang saat mendapati bermacam bentuk sepeda yang bentuknya unik karena salah satu rodanya berukuran ekstra besar itu dan mulai berfoto dengan bermacam pose untuk dipamerkan di akun media sosial masing-masing.

Keberadaan puluhan replika sepeda roda besar koleksi Museum Gubug Wayang yang dipamerkan itu menjadi salah satu daya tarik ajang Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026. Acara ini berlangsung selama sepekan di Klaten dan dihadiri pegiat sepeda dari sejumlah negara. 

Menurut Budi Susanto, perwakilan Museum Gubug Wayang, sepeda yang ditampilkan dalam ajang tersebut merupakan replika yang dibuat semirip mungkin dengan model aslinya. Replika tersebut dibuat di Purbalingga, Jawa Tengah, dan menjadi bukti kemampuan produsen dalam negeri dalam menghasilkan sepeda yang memiliki nilai seni.

Perupa Ananta turut menampilkan beberapa sepeda roda besar koleksinya. ”Sepeda yang ini orisinal, bukan replika. Menurut penjualnya dahulu, sepeda ini diproduksi tahun 1920,” ucapnya, sembari menunjuk ke salah satu sepeda miliknya.

Sepeda roda besar mencapai puncak masa populer di kawasan Eropa sekitar tahun 1870. Roda depannya yang besar pada waktu itu didesain untuk mengejar kecepatan dan jarak tempuh yang jauh.

Penny-Farthing tidak berumur panjang. Keberadaannya berangsur punah sekitar tahun 1880 ketika sepeda dengan desain lebih modern mulai muncul dan secara cepat langsung digemari karena dinilai lebih nyaman.

Pameran sepeda roda besar itu menjadi sarana edukasi tentang keberagaman wujud sepeda pada masa lalu. Kegiatan ini juga mendorong munculnya industri kreatif di ranah penggemar sepeda.

KLIC Fest digelar di kawasan wisata tersebut dan diikuti penggemar sepeda dari dalam dan luar negeri. Selain untuk sarana promosi pariwisata, acara ini juga menjadi sarana menggiatkan kembali budaya bersepeda di kalangan masyarakat.

  

Baca JugaPasar Tukar, Kiat Ibu-ibu Memperpanjang Usia Pakai Barang
Baca JugaMenyemai Literasi Bersama Kargo Baca
Baca JugaKefiyeh, Tangan Terikat, dan Perlawanan Aktivis Global Sumud Flotilla


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sherly Tjoanda Posting Foto Bareng Menko AHY, Warganet Heboh: Cocok Ini Maju di Pilpres 2029
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Politik sepekan, RUU Polri hingga pembebasan WNI dari Israel
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Preeklamsia: Silent Killer pada Ibu Hamil
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Potret Meriah, Ribuan Peserta Ikuti Jogja Run D-City 2026
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jelang Puncak Haji, Wakapolri Perkuat Perlindungan Jemaah dengan Arab Saudi
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.