BYD Klaim Teknologi Bantuan Berkendara Mampu Tekan Kecelakaan Berat hingga Seperenam

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - BYD mengklaim sistem bantuan berkendaranya mampu menekan tingkat kecelakaan berat hingga seperenam dibanding kendaraan yang dikemudikan manusia melalui penerapan teknologi berkendara cerdas pada jutaan unit kendaraan.

Klaim tersebut disampaikan Wakil Presiden Senior BYD Group sekaligus Kepala Automotive New Technology Research Institute Yang Dongsheng dalam ajang 13th Intelligent Connected Vehicle Technology Annual Conference di Shanghai.

Mengutip Car News China, sistem bantuan berkendara BYD saat ini telah diterapkan pada lebih dari 60 model kendaraan dengan hampir 3 juta unit kendaraan yang telah menggunakan teknologi tersebut.

Berdasarkan data jumlah insiden yang memicu fitur airbag per 10 juta kilometer, tingkat kecelakaan berat disebut turun drastis menjadi seperenam dibanding kendaraan yang dikemudikan manusia.

BYD mulai memperluas penerapan teknologi berkendara cerdas sejak awal 2025 dengan menghadirkan sistem bantuan berkendara Level 2 atau L2 pada hampir seluruh lini mobil penumpangnya.

Tingkat Penggunaan Fitur Meningkat

BYD menyebut tingkat aktivasi fitur bantuan navigasi berkendara kini telah melampaui 50 persen.

Sementara itu, penggunaan fitur bantuan parkir mencapai 86 persen.

Perusahaan juga mengklaim goresan dan tabrakan kecil saat parkir turun hingga sekitar seperlima puluh dibanding kendaraan yang dikemudikan manusia.

Penurunan insiden tersebut disebut terjadi berkat sistem berkendara cerdas God’s Eye serta program jaminan bantuan parkir yang diperkenalkan pada Juli 2025.

Gunakan AI dan Simulasi Data Berkendara

Yang Dongsheng menjelaskan kemampuan integrasi sistem BYD berasal dari Xuanji Architecture yang menggabungkan arsitektur elektronik dan sistem elektrifikasi dalam satu platform kendaraan terpadu.

BYD menggunakan world model berbasis cloud dan reinforcement learning untuk pelatihan simulasi long-tail dengan dukungan produksi data berkendara harian sebesar 190 juta kilometer.

Perusahaan disebut melakukan pembaruan algoritma setiap tiga hari untuk meningkatkan kemampuan sistem.

BYD juga memanfaatkan model AI fisik di sisi kendaraan guna mendukung fungsi prediksi berkendara dan perhitungan respons defensif.

Teknologi tersebut menggabungkan deteksi visual occupancy network dengan deteksi occupancy berbasis lidar untuk mengidentifikasi hambatan menggantung dan jalan berlubang saat parkir.

Selain itu, BYD mengembangkan teknologi khusus untuk menghadapi kondisi ekstrem seperti pecah ban pada kecepatan tinggi, hujan, salju, dan jalan dengan daya cengkeram rendah.

Platform intelligent-electric terintegrasi milik BYD disebut mampu menstabilkan kendaraan dalam waktu 200 milidetik melalui koordinasi respons motor dan sasis.

Dalam pengujian internal perusahaan, validasi stabilitas kendaraan saat ban pecah telah melampaui kecepatan 200 kilometer per jam.

BYD juga mengoperasikan proving ground khusus untuk pengembangan bantuan parkir dan bantuan berkendara dengan menggabungkan simulasi serta pengujian fisik.

Perusahaan menyebut produk-produk terbaru mereka kini semakin banyak mengintegrasikan teknologi berkendara cerdas dan pengisian daya cepat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kodam Jaya Bantu Polda Metro Berantas Begal
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Nasib Wanita Bertemu Teman Kencan Berujung Apes! Mobil hingga Ponsel Raib
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Kemenhaj Gelar Operasi Pembersihan, Penanda "Kavling" KBIHU di Arafah Dicopot
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Sempat Hilang, Calon Haji Indonesia Muhammad Firdaus Ditemukan Meninggal di Mekkah | KOMPAS PETANG
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Sempat Bimbang, Rifki Rela Tinggalkan Karier Gemilang Demi Sekolah Rakyat
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.