JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan "jurus" menghadapi El Nino yang diprediksi akan menerjang Indonesia.
Seturut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino akan mulai aktif pada Juni 2026 dan berlangsung hingga sekitar Maret sampai Mei 2027.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fatani mengatakan, El Nino yang melanda wilayah Indonesia itu akan memiliki intensitas moderate hingga kuat.
“Jadi, kalau tahun ini aktif, akan berakhir kira-kira di bulan Maret sampai bulan Mei di tahun 2027,” kata Faisal, di Senayan, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Baca juga: El Nino Berlangsung Juni 2026-Mei 2027, Ini Bedanya dengan Kemarau dan Dampaknya
Lantas, bagaimana jurus Prabowo?
KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2025).
Faisal mengatakan, Kepala Negara meminta BMKG untuk memperkuat operasi modifikasi cuaca (OMC) di berbagai wilayah Indonesia untuk mengantisipasi El Nino yang akan berlangsung bersamaan dengan musim kemarau.
Ia menyebut, instruksi diberikan agar pemerintah lebih siap menghadapi potensi kekeringan dan menjaga ketahanan pangan nasional.