Liputan6.com, Jakarta - Peristiwa penembakan terjadi di dekat kompleks Gedung Putih di Washington DC, Sabtu waktu setempat. Secret Service atau Dinas Rahasia Amerika Serikat menyebut, penembakan terjadi setelah pukul 6 sore waktu setempat (Minggu pukul 05:00 WIB) di dekat 17th Street dan Pennsylvania Avenue NW di luar kompleks Gedung Putih.
Advertisement
Si pelaku mengambil senjata dari tasnya dan mulai menembak di lokasi tersebut.
"Polisi Dinas Rahasia membalas tembakan, sehingga mengenai si pelaku yang kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat, di mana ia dinyatakan tewas," kata Dinas Rahasia AS dalam pernyataan resminya yang dikutip dari Anadolu.
"Dalam penembakan tersebut, seseorang yang melintas juga terkena tembakan," menurut badan tersebut, sembari memastikan tidak ada petugas yang mengalami cedera.
Kondisi korban kedua tersebut masih belum diketahui.
Dinas Rahasia AS juga menyebut Presiden Donald Trump ada di dalam Gedung Putih saat peristiwa tersebut, meski "tidak ada pihak yang dilindungi ataupun operasi yang terdampak".
Lebih lanjut, ABC News, mengutip pejabat Gedung Putih, melaporkan bahwa pada saat penembakan, Trump sedang berada di Ruang Oval bersama sejumlah pembantunya, antara lain Steven Cheung, Natalie Harp, dan Margo Martin.
Peristiwa penembakan tersebut sedang dalam penyelidikan, kata Dinas Rahasia AS.
Adapun Kepala FBI Kash Patel memastikan personelnya sudah berada di TKP dan mendukung penanganan oleh Dinas Rahasia. Departemen Kepolisian Washington DC juga berjaga di TKP.
Gedung Putih sempat berada dalam kondisi kuncitara, meski kemudian dicabut.




