JAKARTA, DISWAY.ID - Pelaku penembakan yang terjadi di Gedung Putih dengan percaya diri bahwa ia adalah Yesus Kristus.
Ketika melakukan aksinya, ia mengeluarkan revolver dan melepaskan tembakan di luar Gedung Putih pada Sabtu, 23 Mei 2026 malam.
Tak berselang lama, ia dengan cepat dilumpuhkan oleh rentetan tembakan dari Secret Service.
Pelaku penembakan yang bernama Nasire Best (21) ini diketahui melepaskan tembakan di pos pemeriksaan sekitar pukul 18.10.
Setelahnya, ia terlihat mondar-mandir dengan cara yang aneh di sepanjang Jalan 17th St. Northwest, menurut sumber yang dikutip oleh The Post.
BACA JUGA:Donald Trump Dievakuasi dari Gedung Putih Saat Jamuan Makan Malam
Awalnya, ia hanya sempat melepaskan beberapa tembakan sebelum ditembak dan tewas dalam hujanan peluru dari petugas.
Menurut laporan dari beberapa sumber, setidaknya satu orang yang berada di sekitar lokasi kejadian terkena tembakan dan mengalami luka serius dalam insiden mengerikan tersebut.
Meski motif serangan belum dikonfirmasi, namun beberapa sumber mengatakan Best adalah orang dengan gangguan mental dan cukup dikenal oleh Secret Service.
Hal ini dikarenakan ia berulang kali berkeliaran di sekitar berbagai pos masuk serta telah melanggar perintah pengadilan sebelumnya untuk menjauh dari Gedung Putih.
"FBI berada di lokasi kejadian dan mendukung Dinas Rahasia dalam menanggapi tembakan yang terjadi di dekat halaman Gedung Putih – kami akan memberikan informasi terbaru kepada publik sesegera mungkin," tulis keterangan Direktur FBI Kash Patel di X.
BACA JUGA:Kabar Donald Trump Dirawat Bikin Heboh, Gedung Putih Angkat Bicara
Anggota Pers Ketakutan saat Siaran LangsungDi sisi lain, suara tembakan dari insiden ini juga membuat beberapa anggota pers yang sedang melakukan peliputan rutin di Gedung Putih ketakutan, termasuk seorang reporter ABC yang terlihat menyelamatkan diri saat siaran langsung.
"Saya sedang merekam video untuk media sosial di iPhone saya dari halaman utara Gedung Putih ketika kami mendengar suara tembakan," kata Selina Wang, seorang koresponden senior ABC di Gedung Putih mengutip dari laman nypost.
"Terdengar seperti puluhan tembakan. Kami diperintahkan untuk berlari ke ruang konferensi pers tempat kami berada sekarang." lanjutnya.
- 1
- 2
- 3
- »





