Si kembar kakak beradik, Syafaatul Mecha Wijayana dan Syafaatul Medina Wijayana, memiliki cara tersendiri untuk tampil pede dan menarik di MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus Seri 2 2025/26. Mereka sering bertukar sepatu setiap bertanding di lapangan.
Sang kakak, Mecha, sebenarnya memakai sepatu bewarna merah. Sedangkan si adik, Medina, menggunakan sepatu berwarna biru. Keduanya menjadi penggawa SDN Karangsono 2 Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Namun, pada laga Jumat (22/5), keduanya bertukar satu sepatu. Mecha yang seharusnya menggunakan dua sepasang sepatu bewarna merah, memilih menggunakan satu sepatu bewarna biru di kaki kirinya.
Sebaliknya, Medina yang seharusnya menggunakan sepasang sepatu bewarna biru, memilih menggunakan sepatu bewarna merah di kaki kiri. Ritual bertukar sepatu itu memang sering dilakoni keduanya.
"Biasanya memang selalu bertukar sepatu setiap mau bertanding. Supaya menarik aja," kata Mecha kepada kumparan, Jumat (22/5).
Menurut pemain yang berposisi sebagai gelandang itu, bertukar sepatu tidak mengganggu permainannya. Sebab, ukuran sepatu keduanya sama. Bahkan, ia mengaku lebih percaya diri.
"Selama ini tidak pernah terganggu ketika bermain. Bertukar sepatu seperti ini menurut saya lebih menarik," terangnya.
Dari dua laga yang sudah dilakoninya, Mecha telah menciptakan satu gol, tepatnya kala menghadapi SDN 2 Dorang B pada Kamis (21/5).
Mecha mengaku serius menekuni olahraga si kulit bundar. Dia memiliki mimpi suatu saat dapat memperkuat Timnas Wanita Indonesia.
"Pastinya ingin menjadi pemain timnas suatu saat nanti," imbuhnya.
Senada, Medina yang berposisi sebagai winger juga nyaman bertukar sepatu dengan kakaknya. Bahkan sudah menjadi kebiasaan setiap hendak bertanding di lapangan.
"Sepatu saya bewarna biru. Tetapi kami sering bertukar sepatu, supaya lebih seru saja. Selama ini tidak mengganggu performa di lapangan," ucapnya.
Medina di dua laga ini telah mencetak dua gol. Kedua golnya disarangkan ke gawang SDN 2 Dorang B pada Kamis (21/5).
Pemilik nomor punggung 4 itu berkeinginan untuk terus melangkah ke babak selanjutnya. Terlebih dirinya sudah berlatih untuk memberikan hasil maksimal di MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 2 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah ini.
"Saya selalu semangat untuk bertanding. Semoga bisa masuk timnas," imbuhnya.
Sementara itu, pelatih SDN Karangsono 2 Mranggen, Budi Prasetyo, mengatakan bahwa skuadnya mampu tampil apik pada laga menghadapi SD 1 Wergu Kulon, Jumat (22/5), ketika menang meyakinkan dengan skor 7-0.
"Alhamdulillah bisa menang dengan skor besar. Kuncinya disiplin dan latihn rutin," terangnya.
Evaluasi bagi skuadnya bakal tetap dilakukan. Utamanya soal ketenangan dalam bertanding serta memahami skrining bola.
"Semoga anak-anak terus berkembang ke depannya," imbuhnya.
Di kompetisi ini, SDN Karangsono 2 Mranggen telah meraih kemenangan sebanyak tiga kali. Kemenangan itu diraih kala mengalahkan SDN 2 Dorang B dengan skor 6-0, mengalahkan SD 1 Wergu Kulon dengan skor 7-0, dan MI NU Miftahul Ulum 2 Honggosoco dengan skor 8-0.
Sayangnya, pada babak 16 besar, SDN Karangsono 2 Mranggen menyerah dari SD Muhammadiyah Birrul Walidain usai kalah tipis dengan skor 5-6. Mereka pun dipastikan gagal melangkah ke perempat final.
MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 2 2025/26 digelar di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Sebanyak 1.391 peserta dari 89 Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar saling beradu untuk menjadi yang terbaik.
MLSC Seri 2 2025/26 digelar sejak Rabu (20/5) untuk babak kualifikasi. Sedangkan pada Kamis hingga Minggu (21-24/5) para peserta memulai babak utama 64 besar di U-10 dan 64 besar di U-12.




