tvOnenews.com - Kota Bandung sedang berpesta merayakan hattrick juara Persib. Tapi di tengah euforia itu, satu unggahan Instagram Dedi Mulyadi justru mencuri perhatian bukan karena momennya, melainkan karena pilihan soundnya yang bikin warganet tidak bisa diam.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ikut serta mengawal dan merayakan konvoi kemenangan Persib Bandung yang berhasil meraih gelar juara hattrick (three-peat) Liga Super musim 2025/2026.
Perayaan pawai juara ini berlangsung meriah di Kota Bandung pada Minggu, 24 Mei 2026. Ia terlihat mengendarai motor dan membaur langsung bersama para Bobotoh di tengah lautan massa yang memadati jalanan Kota Bandung.
Momen kebersamaan itu kemudian ia abadikan dan bagikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam keterangan unggahan, Dedi Mulyadi menulis singkat namun penuh semangat, "Gassskeun barudak !!!!" diakhiri dengan emoji api ?.
Yang kemudian justru paling banyak dibicarakan warganet bukan caption-nya, melainkan pilihan sound atau musik latar dalam unggahan tersebut.
Lirik bertema kemenangan yang berbunyi "kalah jadi cacing, menang jadi naga" dianggap sangat pas dan berkarakter, hingga memantik beragam reaksi kagum dan jenaka di kolom komentar.
"Dapat dari mana Pak soundnya, jago banget," tulis akun @akunrakaramdhany.
Dedi mulyadi Bagikan Momen Konvoi Kemenangan Persib bandung. (Sumber: Kolase tvOnenews.com / Instagram @dedimulyadi71)
"Pak Dedi... soundtracknya keren banget ? izin ??⭐️? Gas, arak-arakan, keluarkan semua!" sahut akun @adisetiiwn.
"Bapak.... soundnya keren banget.... Selamat Persib dan Bobotoh yang semakin keren…" tulis akun @yunia2198.
"Haha, sound apa ini," komentar akun @iyosyudistira_ dengan nada takjub.
Tak hanya soal sound, banyak Bobotoh yang juga mengaitkan tren kemenangan Persib dengan kehadiran Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat.
"Curiga selama KDM menjabat gubernur, Persib bakal konvoi terus tiap tahun. Juara lagi cepat musim depan," tulis akun @muhammadsuhudfadill.
Akun @amy_prio pun turut berkomentar dengan bangga, "Bapak saya anti ngambek."
(anf)




