Imbas Pemadaman Listrik, Dua Remaja di Sumbar Tewas Keracunan Karbon Monoksida dari Genset

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

PADANG, KOMPAS — Dua remaja tewas dan satu remaja lainnya kritis akibat keracunan gas karbon monoksida (CO) dari genset listrik di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Sebelumnya, mereka mengecas ponsel dengan genset masjid saat terjadi pemadaman total listrik di wilayah Sumatera Bagian Utara.

Peristiwa nahas itu terjadi di Masjid Nurul Huda, Jorong Tanjuang, Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto. Ketiga remaja itu ditemukan tidak sadarkan diri di kantor masjid pada Sabtu (23/5/2026) pagi. 

“Ketiga korban dibawa ke Rumah Sakit Yarsi Padang Panjang. Tiba di rumah sakit, dua orang dinyatakan meninggal dan satu lagi kritis,” kata Kepala Polsek X Koto Inspektur Satu Martheriko, ketika dihubungi dari Padang, Minggu (24/5/2026).

Identitas dua korban meninggal itu adalah Haikal Arya Kamil (15) dan Gibran Arrasyid (15). Adapun korban selamat adalah Burhanuddin Hakim (16).

Martheriko menjelaskan, musibah ini bermula saat berlangsungnya pemadaman listrik massal di Sumbar pada Jumat (22/5/2026) pukul 18.44. Garim masjid yang juga paman dari salah seorang korban menghidupkan genset merek Motoyama SPG 2800 berbahan bakar bensin di kantor masjid pada pukul 21.00.

Ketiga korban bersama dua teman lainnya yang terbiasa main di masjid masuk ke kantor itu untuk mengecas ponsel. Sekitar pukul 00.00, dua remaja lainnya pulang, sedangkan ketiga korban tinggal karena biasanya memang tidur di sofa kantor masjid tersebut.

Saat masuk waktu subuh pada Sabtu, kata Martheriko, garim masjid kemudian mematikan genset di dalam kantor karena listrik sudah menyala. Ketiga remaja itu masih terbaring di sofa.

Garim tidak mengecek karena mengira ketiga remaja itu tertidur terlalu pulas. “Garim masjid kemudian azan dan melanjutkan kegiatannya di masjid,” kata Martheriko.

Baca JugaListrik Padam di Sumatera Bagian Utara, Gangguan di Jalur Rumai-Muaro Bungo Pemicunya

Sekitar pukul 05.30, ibu dari korban Gibran datang membangunkan putranya itu untuk berangkat sekolah. Rumahnya mereka hanya bersebelahan pagar dengan masjid.

Sang ibu pun terkejut saat mendapati putranya tidak sadarkan diri dalam kondisi mulut berbusa. Sementara itu, korban lainnya ada yang kejang-kejang. Perempuan itu berteriak sehingga membuat warga sekitar terbangun. 

Saat dicek oleh bidan desa, denyut nadi korban Haikal dan Gibran tidak ada lagi. Namun, untuk memastikan, ketiga korban dilarikan ke rumah sakit. Haikal dan Gibran dinyatakan meninggal dan Hakim selamat dalam kondisi kritis. 

“Ketiga remaja ini keracunan gas karbon monoksida dari genset yang dinyalakan di dalam ruangan dengan sirkulasi udara tidak memadai,” ujar Martheriko.

Ruangan kantor masjid itu, kata Martheriko, berukuran sekitar 4 meter x 5 meter dan memiliki jendela kaca nako dan ventilasi. Namun, karena jendela dan pintu ditutup, sirkulasi udara tidak cukup memadai.

Baca JugaDua Hari Terganggu, Sistem Listrik di Sumbar Kembali Pulih

Sementara itu, Martheriko juga menegaskan, sehari-hari generator listrik itu tidak ditempatkan di ruang kantor masjid, tetapi ada tempat khusus. Walakin, sebelum kejadian, genset sempat diperbaiki sehingga ditempatkan sementara di ruangan itu. 

Martheriko menyebut, tim Inafis Polres Padang Panjang didampingi Kepala Satuan Reserse Kriminal telah mengumpulkan sejumlah bukti dan keterangan para saksi. Di sisi lain, pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah.

“Pihak keluarga menandatangani surat pernyataan bahwa korban tidak dilakukan otopsi dan tindakan hukum selanjutnya. Keluarga menganggap ini suatu musibah dan ini memang jalan hidupnya,” kata Martheriko.

Secara terpisah, Ketua Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari (BPRN) Pandai Sikek, Refriwan Datuak Sinaro Nan Kuniang, membenarkan adanya kejadian tersebut. 

“Genset itu setelah diperbaiki masih terletak di kantor masjid. Jadi, anak-anak ini mengecas di sana sambil main hape. Mungkin karena kelelahan, pintu mereka tutup sembari tiduran sehingga asapnya terkurung,” kata Refriwan. 

Menurut Refriwan, garim masjid sempat masuk ke ruangan itu untuk mematikan genset sebelum subuh. Namun, ia tidak menyadari ada hal yang janggal pada ketiga korban. Keracunan pada korban baru disadari saat ibu korban Gibran datang untuk membangunkan putranya itu. 

Jenazah korban Haikal dan Gibran, kata Refriwan, sudah dimakamkan Sabtu kemarin. Sementara itu, korban Hakim sudah sadarkan diri Sabtu siang dan sudah diizinkan pulang.

Baca JugaSuami-Istri Keracunan Karbon Monoksida di Kamar Mandi Penginapan, Bagaimana Bisa Terjadi?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikasin karbon monoksida (CO) sebagai gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa, yang sedikit lebih ringan daripada udara.

CO merupakan hasil dari pembakaran yang tidak sempurna dari bahan bakar yang mengandung karbon. Pembakaran tidak sempurna dapat terjadi di ruangan berventilasi buruk dan minim oksigen.

Saat masuk ke tubuh, CO akan membentuk ikatan kuat dengan hemoglobin dan membentuk karboksihemoglobin (COHb). Kondisi itu mengganggu kemampuan hemoglobin dalam mengikat oksigen. Suplai oksigen ke jaringan pun terganggu dan tubuh kekurangan oksigen atau hipoksia (Kompas.id, 12/10/2025).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peradi Bersatu Sebut Jokowi Kecewa Berkas Roy Suryo Belum P21: Padahal Kasusnya Sangat Sederhana
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Sinopsis Drama Korea Recipe for Love, Kisah Dendam Keluarga yang Luluh oleh Cinta
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Presiden Prabowo Perkenalkan Danantara dan Dony Oskaria saat Panen Raya Udang di Kebumen
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Menengok lika-liku masyarakat Indonesia "berteman" dengan AI
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Peringati Hari Kemerdekaan di Jakarta, Dubes Azerbaijan Ajak RI Perkuat Investasi
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.