JAKARTA, KOMPASTV - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran disebut masih belum mereda di tengah negosiasi yang berlangsung alot.
Kedua pihak terus menunjukkan kekuatan masing-masing, baik melalui pernyataan politik maupun tekanan psikologis.
Pengamat Timur Tengah dari Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman, menilai baik Iran maupun Amerika Serikat sama-sama berusaha menunjukkan masih memiliki kekuatan untuk melanjutkan konflik.
“Kalau melihat data empiris, justru Iran dinilai masih memiliki kemampuan bertahan yang cukup kuat. Bahkan sejumlah media Amerika Serikat menyebut stok amunisi AS mulai menipis dan membutuhkan waktu lama untuk diproduksi ulang,” ujar Dina dalam dialog Sapa Pagi KompasTV, Minggu (24/5/2026).
Dina menyebut Iran saat ini merasa berada di atas angin karena memiliki kemampuan memproduksi drone dan rudal secara mandiri dengan biaya relatif murah namun efektif.
Pakar hubungan internasional dari President University, Teuku Rezasyah, juga menilai Iran unggul secara psikologis.
“Iran merasa diri sudah menang dan justru Amerika Serikat yang membutuhkan konsesi,” ujar Rezasyah.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Lintang
Baca Juga: Stasiun Dukuh Atas BSI Resmi Diluncurkan, BSI Bidik Nasabah Urban | SAPA PAGI
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- konsesi as
- iran
- trump
- perang iran





