JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB Sudjatmiko meminta pemerintah memprioritaskan pembangunan flyover serta penataan perlintasan sebidang di kawasan Stasiun Bekasi dan Bekasi Timur. Hal itu ditekankan Sudjatmiko menyusul kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line rute Cikarang pada 27 April 2026.
Peristiwa itu menjadi alarm keras bagi seluruh pihak, baik pemerintah pusat, daerah, PT KAI, hingga instansi terkait lainnya, agar segera membenahi titik-titik perlintasan sebidang yang rawan menimbulkan kecelakaan.
“Kecelakaan beruntun yang diawali insiden taksi Green SM di perlintasan sebidang hingga berujung tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL arah Cikarang menunjukkan bahwa kawasan Bekasi membutuhkan rekayasa transportasi yang lebih modern dan aman. Pembangunan flyover tidak bisa lagi ditunda,” ujar Sudjatmiko lewat siaran pers, dikutip Minggu (24/05/26).
Dalam situasi tersebut, KRL yang tengah berhenti akhirnya ditabrak dari belakang KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi. Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, perjalanan kereta di lintas Bekasi–Cikarang sempat lumpuh selama proses evakuasi berlangsung.




