Pantau - Pemerintah Kabupaten Bekasi menyesuaikan Harga Perkiraan Sendiri atau HPS proyek infrastruktur menyusul kenaikan harga BBM nonsubsidi yang berdampak pada naiknya harga material konstruksi.
Kenaikan harga BBM disebut memicu kenaikan biaya pembangunan sehingga sejumlah proyek infrastruktur harus dihitung ulang sebelum direalisasikan.
Anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah atau TAPD Kabupaten Bekasi Iis Sandra mengatakan Pemkab Bekasi telah berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri RI terkait kondisi tersebut.
“Kebetulan hari Rabu kemarin kami telah berkonsultasi dengan Kemendagri RI. Kami juga tidak ingin memaksakan dengan kondisi APBD yang telah ditentukan,” ungkap Iis Sandra.
Ia menjelaskan APBD Kabupaten Bekasi 2026 disusun berdasarkan perencanaan tahun lalu, sementara kenaikan harga BBM baru terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Pemkab Bekasi kini berencana melakukan pergeseran APBD guna menyesuaikan kebutuhan anggaran pembangunan infrastruktur.
Hasil konsultasi dengan Kemendagri dijadwalkan dibahas bersama pimpinan daerah pada Selasa, 26 Mei 2026.
“Rencananya Selasa (26/5) kami bahas bersama pimpinan. Sebab perlu ada kebijakan dengan penyesuaian kondisi yang mendesak untuk pembangunan infrastruktur demi kepentingan publik,” ujar Iis Sandra.
Harga Material Konstruksi NaikKepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bekasi Nur Chaidir mengatakan kenaikan BBM turut mempengaruhi harga pasar material pembangunan.
Material yang mengalami kenaikan harga antara lain aspal, hotmix, semen, dan besi.
Nur Chaidir menegaskan penyesuaian HPS diperlukan agar kualitas pembangunan tidak menurun akibat keterbatasan anggaran.
“Sebab pagu anggaran dalam HPS disusun berdasarkan perencanaan tahun lalu. Jangan sampai dipaksakan karena dampaknya pada kualitas pembangunan,” ungkap Nur Chaidir.
Ia mencontohkan pembangunan jalan lingkungan yang sebelumnya direncanakan sepanjang 100 meter berpotensi hanya mampu dibangun sepanjang 80 meter jika menggunakan harga material terbaru.
Proyek Infrastruktur Masih Menunggu PenyesuaianKepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi Henri Lincoln mengatakan proyek infrastruktur hingga kini belum direalisasikan karena masih menunggu penyesuaian HPS.
Menurutnya, kenaikan BBM juga berdampak pada biaya operasional alat berat dan harga material pembangunan.
“Kami sedang melakukan perubahan HPS dengan penyesuaian harga saat ini,” ujar Henri Lincoln.
Hasil perubahan HPS nantinya akan disampaikan kepada pimpinan daerah sebagai dasar penyesuaian rencana pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bekasi.




