Pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah Sumatera sejak Jumat (22/5/2026) malam tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menelan korban jiwa. Di dua lokasi berbeda, penggunaan genset saat listrik padam berujung dugaan keracunan karbon monoksida yang menewaskan empat orang dan membuat tiga lainnya menjalani perawatan intensif.
Peristiwa pertama terjadi di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Tiga remaja dilaporkan keracunan gas karbon monoksida dari mesin genset masjid yang dinyalakan saat pemadaman listrik berlangsung.
Dua korban meninggal dunia masing-masing berinisial GA (15) dan HAK (15), sementara satu korban lainnya, H (16), masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kapolsek X Kota Iptu Martheriko menjelaskan, kejadian bermula ketika listrik padam dan sejumlah remaja berkumpul untuk bermain. Karena baterai telepon seluler habis, mereka meminta izin menyalakan genset di ruang sekretariat masjid sekitar pukul 21.00 WIB.
Awalnya terdapat lima remaja yang berada di lokasi. Namun, dua orang memilih pulang, sedangkan tiga korban memutuskan tidur di kamar belakang masjid dengan pintu tertutup rapat tanpa ventilasi udara.
Ketiga korban baru ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri pada Sabtu (23/5) sekitar pukul 05.30 WIB oleh ibu salah satu korban yang datang untuk membangunkan mereka. Warga kemudian mengevakuasi para korban ke Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Yarsi Padang Panjang.
Tragedi serupa juga terjadi di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Dua pegawai toko meninggal dunia diduga akibat keracunan asap genset saat pemadaman listrik, sementara dua lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kapolsek Air Putih AKP Rahmat R. Hutagaol mengatakan total terdapat empat korban dalam kejadian tersebut. Keempatnya merupakan warga Kota Tebing Tinggi yang bekerja di toko tersebut.
Saat kejadian, para korban berada di dalam bangunan toko ketika listrik padam dan genset diduga dinyalakan.
Peristiwa itu terungkap setelah pemilik toko berusaha menghubungi para pegawai namun tidak mendapat respons. Karena curiga, pemilik toko meminta pengawas toko untuk mengecek kondisi lokasi.
Saat tiba di lokasi, pengawas toko bersama warga mendobrak pintu kamar karena tidak ada jawaban dari dalam. Mereka kemudian menemukan seluruh korban sudah tergeletak dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Menurut kepolisian, para korban sebelumnya masih sempat berkomunikasi dengan teman-teman mereka pada malam hari. Namun keesokan paginya mereka ditemukan dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri. Warga kemudian membawa seluruh korban ke rumah sakit, tetapi dua orang dinyatakan meninggal dunia.
Baca Juga: Jokowi Konsisten Dukung Dua Periode untuk Prabowo-Gibran
PT PLN (Persero) mengungkap penyebab pemadaman listrik massal atau blackout yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan indikasi awal menunjukkan gangguan terjadi pada ruas transmisi 275 kilovolt (kV) antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai, Jambi. Gangguan cuaca diduga menjadi pemicu awal yang kemudian memunculkan efek berantai pada sistem kelistrikan.
PLN menjelaskan sebagian pembangkit mengalami kelebihan pasokan listrik atau oversupply akibat aliran daya terputus. Kondisi itu memicu kenaikan frekuensi dan tegangan sehingga sistem proteksi bekerja otomatis.
“Pembangkitnya langsung secara otomatis keluar dari sistem, atau dalam istilah publik pembangkitnya otomatis padam,” kata Darmawan.





