20 Tahun Gempa Yogya, Pasar Penyintas wujud pemulihan korban gempa

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Yogyakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).menyebut Pasar Penyintas yang dihadirkan pada Peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta di Lapangan Garuda Candi Prambanan merupakan wujud pemulihan ekonomi korban bencana gempa 27 Mei 2006.

"Pasar Penyintas ini diselenggarakan pada Jumat (22/5) hingga Sabtu (23/5) dengan menghadirkan 20 UMKM yang merupakan para penyintas dalam beberapa produk, seperti makanan, minuman, kerajinan dan lainnya," kata Asisten Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kemenko PMK Monalisa dalam keterangan tertulis yang diterima di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, Pasar Penyintas hadir bukan hanya sebagai tempat transaksi ekonomi, melainkan sebagai monumen hidup atas kemenangan sebuah harapan.

Baca juga: Kemenko PMK gelar puncak peringatan 20 tahun gempa Yogyakarta

"Gerai-gerai yang dihadirkan berupa produk-produk kerajinan dan kuliner lokal yang dipamerkan. Senyuman dari para pelaku usaha adalah bukti nyata bahwa masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah tidak pernah menyerah," katanya.

Ia mengatakan para penyintas telah berhasil mengubah air mata duka menjadi energi luar biasa untuk bangkit, pulih, dan tumbuh secara berkelanjutan.

"Peringatan 20 tahun Gempa Yogyakarta yang turut menghadirkan para penyintas gempa merupakan wujud apresiasi terhadap para penyintas sebagai pejuang ekonomi yang tangguh," katanya.

Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK Andre Notohamijoyo mengatakan semangat pantang menyerah para penyintas menjadi sumber inspirasi masyarakat.

Baca juga: Kemenko PMK-ISI Yogyakarta tanam pohon peringati 20 tahun gempa

"Partisipasi Komunitas Pasar Penyintas yang mendapat dukungan dari para pembina UMKM dan pihak-pihak terlibat, diantaranya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY khususnya Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Daerah," katanya.

Andre mengatakan dukungan tersebut menjadi wujud gotong-royong dan sinergi berbagai pihak dan menjadi kunci dalam memperkuat kapasitas ekonomi penyintas bencana.

"Kehadiran para penyintas dalam peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta menjadi pengingat bahwa ancaman bencana tersebut nyata dan solidaritas, kesiapsiagaan, serta kolaborasi lintas pihak, dapat membangun masyarakat yang lebih tangguh dan adaptif untuk masa depan," katanya.

Baca juga: EDRR Indonesia Dukung Peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta-Jateng


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kirim Tim ke Jambi, Bareskrim Usut Penyebab Black Out di Sumatera
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Kemenhaj: Seluruh Jemaah Haji Indonesia Telah Tiba di Tanah Suci
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Produsen Kopi Luwak Lokal Bidik Pasar Internasional
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bareskrim Kirim Tim ke Jambi Usut Penyebab Listrik Mati Berjam-jam di Sumatera
• 3 jam laludetik.com
thumb
AS Dilaporkan akan Menyerang, Iran Tutup Wilayah Udara, Semua Izin Penerbangan Sipil Ditangguhkan
• 21 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.