Jakarta (ANTARA) - Juara dunia kelas berat (di atas 90,7 kg) WBC, WBA, dan IBF Oleksandr Usyk mencetak technical knockout (TKO) yang kontroversial atas Rico Verhoeven untuk mempertahankan gelar juaranya di Piramida Giza, Mesir, Minggu WIB.
Sejak ronde pembuka, pertarungan berlangsung dalam tempo tinggi dan menghadirkan kejutan. Verhoeven yang lebih dikenal sebagai legenda kickboxing tampil percaya diri menghadapi salah satu petinju terbaik dunia saat ini.
Petarung asal Belanda itu mampu menunjukkan ketenangan serta disiplin dalam menerapkan strategi yang membuat jalannya laga berlangsung lebih kompetitif. Selama hampir 11 ronde, Verhoeven bertarung dengan sempurna, membuat Usyk terlihat biasa saja, dan unggul jauh dalam perolehan poin.
Verhoeven tampil disiplin, menjaga ritme serangan, serta memanfaatkan jangkauan dan pergerakannya dengan baik. Di sisi lain, Usyk yang dikenal memiliki kemampuan teknik tinggi dan kecerdasan membaca pertandingan dibuat kesulitan menemukan celah untuk mendominasi jalannya laga.
Verhoeven juga beberapa kali berhasil mematahkan ritme permainan Usyk melalui kombinasi serangan cepat dan pergerakan kaki yang efektif. Strategi tersebut membuat sang juara dunia terlihat kesulitan mengembangkan gaya bertarung khasnya.
Baca juga: Verhoeven bawa pendekatan kickboxing untuk tumbangkan juara dunia Usyk
Baca juga: WBA tak akan akui Verhoeven sebagai juara WBA jika gulingkan Usyk
Momentum krusial terjadi pada saat-saat akhir di ronde ke-11 ketika Usyk melancarkan serangkaian serangan yang membuat Verhoeven terjatuh ke kanvas sebelum ronde berakhir. Momen tersebut menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertarungan secara drastis.
Setelah kesulitan sepanjang laga, Usyk akhirnya menemukan momentum untuk meningkatkan intensitas serangannya. Kombinasi pukulan beruntun yang dilepaskan petinju asal Ukraina itu membuat Verhoeven kehilangan keseimbangan hingga terjatuh.
Verhoeven berhasil bangkit berdiri. Namun wasit membiarkan kubunya memperbaiki pelindung mulutnya terlebih dahulu.
Saat pertarungan dilanjutkan, Usyk melancarkan serangkaian pukulan terhadap Verhoeven yang sedang lebih bertahan dengan menutup kepala dan tubuh dari gempuran, namun wasit tiba-tiba turun tangan untuk menghentikan pertarungan.
Keputusan wasit itu langsung memicu reaksi dari penonton karena Verhoeven tampil dominan sepanjang pertarungan. DAZN News mencatat Verhoeven unggul dengan skor 98-92 saat pertarungan dihentikan. Keunggulan angka tersebut semakin memperbesar perdebatan mengenai keputusan penghentian laga. .
Dengan hasil itu, Usyk tetap mempertahankan gelar juara sekaligus menjaga rekor tak terkalahkan dengan 25 kemenangan, termasuk 16 kemenangan melalui KO. Kemenangan tersebut semakin mengukuhkan posisi Usyk sebagai salah satu petinju terbaik di era modern.
Baca juga: WBA menaikkan status Rolando Romero menjadi juara super
Baca juga: Juara WBC Ryan Garcia konfirmasi duel lawan Conor Benn September 2026
Sejak ronde pembuka, pertarungan berlangsung dalam tempo tinggi dan menghadirkan kejutan. Verhoeven yang lebih dikenal sebagai legenda kickboxing tampil percaya diri menghadapi salah satu petinju terbaik dunia saat ini.
Petarung asal Belanda itu mampu menunjukkan ketenangan serta disiplin dalam menerapkan strategi yang membuat jalannya laga berlangsung lebih kompetitif. Selama hampir 11 ronde, Verhoeven bertarung dengan sempurna, membuat Usyk terlihat biasa saja, dan unggul jauh dalam perolehan poin.
Verhoeven tampil disiplin, menjaga ritme serangan, serta memanfaatkan jangkauan dan pergerakannya dengan baik. Di sisi lain, Usyk yang dikenal memiliki kemampuan teknik tinggi dan kecerdasan membaca pertandingan dibuat kesulitan menemukan celah untuk mendominasi jalannya laga.
Verhoeven juga beberapa kali berhasil mematahkan ritme permainan Usyk melalui kombinasi serangan cepat dan pergerakan kaki yang efektif. Strategi tersebut membuat sang juara dunia terlihat kesulitan mengembangkan gaya bertarung khasnya.
Baca juga: Verhoeven bawa pendekatan kickboxing untuk tumbangkan juara dunia Usyk
Baca juga: WBA tak akan akui Verhoeven sebagai juara WBA jika gulingkan Usyk
Momentum krusial terjadi pada saat-saat akhir di ronde ke-11 ketika Usyk melancarkan serangkaian serangan yang membuat Verhoeven terjatuh ke kanvas sebelum ronde berakhir. Momen tersebut menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertarungan secara drastis.
Setelah kesulitan sepanjang laga, Usyk akhirnya menemukan momentum untuk meningkatkan intensitas serangannya. Kombinasi pukulan beruntun yang dilepaskan petinju asal Ukraina itu membuat Verhoeven kehilangan keseimbangan hingga terjatuh.
Verhoeven berhasil bangkit berdiri. Namun wasit membiarkan kubunya memperbaiki pelindung mulutnya terlebih dahulu.
Saat pertarungan dilanjutkan, Usyk melancarkan serangkaian pukulan terhadap Verhoeven yang sedang lebih bertahan dengan menutup kepala dan tubuh dari gempuran, namun wasit tiba-tiba turun tangan untuk menghentikan pertarungan.
Keputusan wasit itu langsung memicu reaksi dari penonton karena Verhoeven tampil dominan sepanjang pertarungan. DAZN News mencatat Verhoeven unggul dengan skor 98-92 saat pertarungan dihentikan. Keunggulan angka tersebut semakin memperbesar perdebatan mengenai keputusan penghentian laga. .
Dengan hasil itu, Usyk tetap mempertahankan gelar juara sekaligus menjaga rekor tak terkalahkan dengan 25 kemenangan, termasuk 16 kemenangan melalui KO. Kemenangan tersebut semakin mengukuhkan posisi Usyk sebagai salah satu petinju terbaik di era modern.
Baca juga: WBA menaikkan status Rolando Romero menjadi juara super
Baca juga: Juara WBC Ryan Garcia konfirmasi duel lawan Conor Benn September 2026





