Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Tokio Marine Indonesia mencatat laba setelah pajak sebesar Rp284,29 miliar sepanjang 2025. Nilai itu turun 2,4% (year on year/YoY) dari Rp291,47 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang terbit di Harian Bisnis Indonesia pada Jumat (22/5/2026), hasil jasa asuransi bersih perusahaan mencapai Rp371,84 miliar.
Bila dirincikan, pendapatan jasa asuransi tercatat Rp2,32 triliun, sedangkan beban jasa asuransinya sebesar Rp1,25 triliun. Sementara itu, beban dari kontrak reasuransi milikan sebesar Rp697,21 miliar
Sementara itu, hasil asuransi dan investasi bersih Tokio Marine Indonesia tercatat senilai Rp446,80 miliar, turun 6,3% YoY dari Rp477,16 miliar. Adapun, laba komprehensif perusahaan per 2025 naik 19,7% YoY menjadi Rp326,33 miliar.
Beralih ke neraca, jumlah aset Tokio Marine Indonesia pada 2025 mencapai Rp4,29 triliun. Aset terbesar ada pada investasi yang mencapai Rp2,28 triliun, aset kontrak reasuransi senilai Rp1,63 triliun, dan aset lainnya sebesar Rp169,91 miliar.
Dari sisi liabilitas dan ekuitas, yang terbesar adalah liabilitas kontrak asuransi sebesar Rp2,01 triliun, turun 19,9% YoY dari Rp2,51 triliun. Kemudian, ada akumulasi laba ditahan yang mencapai Rp1,77 triliun dan liabilitas lainnya sebesar Rp334,96 miliar. Dengan demikian, jumlah liabilitas dan ekuitas perusahaan sebesar Rp4,29 triliun.
Lebih jauh, rasio pencapaian dalam pemenuhan tingkat solvabilitas Tokio Marine Indonesia pada 2025 tercatat 443.3%. Sementara itu, pada 2024 sebesar 363.0%.
Sebagai informasi, Tokio Marine Indonesia 80% dimiliki oleh Tokio marine Asia Pte. Ltd dan 20% sisanya dimiliki oleh PT Asuransi Jasa Indonesia.





