jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI dari derah pemilihan Sumatera Utara (Sumut) Rudi Hartono Bangun menyoroti terjadinya pemadaman listrik massal atau blackout di sejumlah wilayah Sumatra pada Jumat (22 /5/ 2026) dari siang hingga malam.
Berdasarkan informasi yang beredar, gangguan tersebut terjadi akibat black out pada sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).
BACA JUGA: Polisi Intensifkan Patroli di Daerah Sumut yang Mengalami Pemadaman Listrik
Pemadaman yang cukup lama tersebut juga membuat masyarakat menjadi terganggu beraktiviras.
Rudi Hartono Bangun mendesak PT PLN (Persero) untuk melakukan evaluasi total dan menyeluruh terhadap infrastruktur dan jaringan utama kelistrikan di Sumatera agar pemadaman massal tidak terulang kembali.
BACA JUGA: Jawaban PLN Ditanya Kompensasi Imbas Pemadaman Listrik
Jika pelanggan ternyata memgalami kerugian besar akibat pemadaman tersebut, Rudi Hartono Bangun mendorong PLN mengambil kebijakan untuk memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak.
Rudi Hattono Bangun juga mengingatkan pihak PLN agar memperbaiki tata kelola dan meningkatkan mitigasi dalam mengelola pasokan listrik nasional,
BACA JUGA: Lewat Clean Energy Day 2026, PLN Indonesia Power Perkuat Electrifying Lifestyle
Akibat pemadaman yang terjadi, sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumut III, dirinya menerima banyak masyarakat yang memgeluh akibat pemadaman listrik itu.
"Saya sebagai wakil rakyat dari Sumut III, mewakili banyak konstituen yang menyampaikan keluhan, dan meminta jajaran PLN Wilayah Sumbagut agar segera melakukan perbaikan jaringan listrik yang padam sehingga masarakat tidak resah," ujar Rudi Hartono Bangun.
Rudi Hartono Bangun berharap PLN bergerak cepat memastikan agar listrik kembali hidup normal secara menyeluruh sehingga situasi Kamtibmas di Sumbagut tetap terjaga dan eonomi berjalan.
"Pemadaman listrik berskala besar ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi PLN," ujar Rudi Hartono Bangun.
Dia berharap PLN bergerak cepat memastikan agar listrik kembali hidup normal secara menyeluruh.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari



