Wakil Menteri (Wamen) Transmigrasi Viva Yoga meninjau dan berdialog dengan petani karet di Kabupaten Kutai Kartanegara pada hari Sabtu ini, 23 Mei 2026. Kunjungan ini dilakukan bersama Asosiasi Petani Karet Indonesia untuk mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani karet di kawasan transmigrasi.
“Ini menjadi hal penting dan menjadi tanggung jawab kami agar bagi warga transmigrasi yang ada di kawasan transmigrasi atau di eks kawasan transmigrasi itu bisa meningkat pendapatannya, bisa sejahtera dan untuk itu perlu ada kolaborasi dan sinergi dengan seluruh kementerian,” kata Wakil Menteri Transmigrasi RI, Viva Yoga, dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Minggu, 24 Mei 2026.
Baca juga: Pendampingan Intensif Dongkrak Produktivitas Petani Desa
Dalam kunjungan ini, Kementerian Transmigrasi menyoroti kondisi petani karet rakyat yang saat ini menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari menurunnya produktivitas hingga kebutuhan peremajaan tanaman karet. Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga menyebut mayoritas pohon karet yang dimiliki petani rakyat sudah berusia lebih dari 25 tahun sehingga memerlukan program replanting dan intensifikasi perkebunan.
Selain itu pemerintah juga menilai perlunya riset dan pengembangan bibit baru untuk meningkatkan produktivitas karet nasional. Mengingat Indonesia masih menjadi eksportir karet terbesar kedua di dunia setelah Thailand. Viva Yoga menegaskan petani karet menjadi bagian penting dari masyarakat kawasan transmigrasi yang harus didorong kesejahteraannya.




