Jakarta, CNBC Indonesia - Di beberapa negara, pergi ke rumah sakit bisa berarti tagihan ribuan dolar AS. Namun di negara lain, operasi besar justru bisa ditanggung hampir sepenuhnya oleh negara.
Perbedaan inilah yang membuat kualitas sistem kesehatan menjadi salah satu aspek paling terasa dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya soal rumah sakit modern, tetapi juga seberapa mudah masyarakat mendapatkan perawatan saat benar-benar membutuhkannya.
Apa yang Dinilai?
Peringkat sistem kesehatan biasanya melihat kombinasi akses layanan, biaya kesehatan, efisiensi sistem, hingga angka harapan hidup.
Karena itu, negara dengan sistem kesehatan terbaik belum tentu yang paling mahal. Banyak yang justru unggul karena layanan cepat, cakupan luas, dan biaya yang relatif terkendali.
Peringkat sistem kesehatan biasanya melihat kombinasi akses layanan, biaya kesehatan, efisiensi sistem, hingga angka harapan hidup.
Karena itu, negara dengan sistem kesehatan terbaik belum tentu yang paling mahal. Banyak yang justru unggul karena layanan cepat, cakupan luas, dan biaya yang relatif terkendali.
Negara-Negara yang Konsisten di Papan Atas SingapuraSingapura rutin masuk peringkat atas meski luas wilayahnya lebih kecil dibanding Jakarta.
Negara ini memiliki harapan hidup sekitar 83 tahun dengan sistem kesehatan yang dikenal cepat dan efisien. Modelnya menggabungkan subsidi pemerintah, asuransi nasional, dan tabungan kesehatan wajib.
JepangJepang punya salah satu populasi tertua di dunia, tetapi juga angka harapan hidup tertinggi, mencapai lebih dari 84 tahun.
Pemeriksaan kesehatan rutin dan akses universal membuat Jepang sering dijadikan contoh sistem kesehatan preventif yang kuat.
Korea SelatanKorea Selatan dikenal dengan layanan kesehatan yang sangat cepat dan berbasis teknologi.
Negara ini memiliki salah satu rasio tempat tidur rumah sakit tertinggi di dunia dan berkembang menjadi pusat wisata medis Asia.
TaiwanTaiwan sering disebut sebagai salah satu contoh universal healthcare paling efisien.
Lewat National Health Insurance, lebih dari 99% populasi tercakup dalam layanan kesehatan nasional dengan biaya yang relatif rendah.
SwissSwiss memiliki salah satu sistem kesehatan termahal di dunia. Namun kualitas layanan, fasilitas medis, dan angka harapan hidupnya juga konsisten berada di level tertinggi.
Banyak warga Swiss tetap menilai biaya premi asuransi yang tinggi sepadan dengan kualitas layanan yang diterima.
Mahal Belum Tentu Terbaik
Besarnya pengeluaran kesehatan ternyata tidak selalu menjamin sistem yang lebih baik.
Amerika Serikat misalnya, memiliki salah satu belanja kesehatan terbesar di dunia. Namun biaya medis yang mahal dan akses layanan yang belum merata masih menjadi tantangan besar.
Sebaliknya, banyak negara Asia justru mampu menciptakan sistem yang lebih efisien dengan biaya relatif lebih rendah.
Tantangan BaruBanyak negara dengan sistem kesehatan terbaik kini menghadapi tantangan serupa: populasi yang semakin menua.
Jepang dan Korea Selatan misalnya, kini menghadapi lonjakan jumlah lansia yang membutuhkan layanan kesehatan jangka panjang. Kondisi itu membuat biaya kesehatan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Bukan Sekadar Rumah Sakit ModernPada akhirnya, sistem kesehatan terbaik bukan cuma soal teknologi medis atau rumah sakit mewah.
Yang paling terasa justru hal-hal sederhana: seberapa cepat masyarakat bisa mendapat dokter, apakah biaya pengobatan masih terjangkau, dan apakah layanan kesehatan bisa diakses lebih banyak orang.
(mae/mae) Add as a preferred
source on Google




