jpnn.com - RS Mandaya Royal Puri menghadirkan teknologi High Intensity Focused Ultrasound (HIFU) sebagai solusi penanganan berbagai jenis tumor tanpa operasi, mulai tumor jinak seperti miom dan adenomiosis hingga tumor ganas seperti kanker hati dan kanker pankreas, Sabtu (23/5/2026).
HIFU merupakan teknologi yang memanfaatkan gelombang ultrasound berkekuatan tinggi untuk menghancurkan jaringan tumor jinak maupun ganas di dalam tubuh tanpa operasi ataupun sayatan pada kulit.
BACA JUGA: Panen Udang di Kebumen Hasilkan Rp 2,8 M Per Hektare, Prabowo: Sangat Menjanjikan
Teknologi ini bekerja dengan memusatkan energi ultrasound ke titik tertentu pada jaringan target hingga menghasilkan panas sekitar 60–90 derajat Celsius untuk menghancurkan jaringan tumor secara bertahap. Setelah tindakan dilakukan, jaringan tumor yang telah rusak akan diserap secara alami oleh tubuh dalam beberapa minggu hingga bulan.
Cara kerja HIFU sendiri kerap dianalogikan seperti kaca pembesar yang memfokuskan sinar matahari ke satu titik hingga menghasilkan panas yang mampu membakar target secara tepat.
BACA JUGA: Politik Kaltim, Wali Kota Samarinda Merasa Diadu Domba dengan Rudy Masud
Co-Founder dan President Director Mandaya Hospital Group dr. Ben Widaja, MBChB(UK) mengatakan evolusi penanganan miom di Indonesia telah berkembang luar biasa pesat. Dari yang awalnya hanya bisa dilakukan melalui operasi terbuka, kemudian laparoskopi, radiofrequency ablation (RFA), microwave ablation (MWA), hingga yang terkini teknologi HIFU sudah tersedia di Indonesia, di Mandaya.
"Ini adalah bukti bahwa pasien Indonesia berhak dan bisa mendapatkan akses terhadap standar pengobatan terdepan di dunia," kata dr. Ben, dikutip dari siaran pers, Minggu (24/5/2026).
BACA JUGA: Dugaan Penipuan Penjualan Titik SPPG MBG di Batam Terbongkar
Bagi banyak wanita, diagnosis miom atau adenomiosis kerap menjadi momok yang menakutkan karena selama ini penanganannya identik dengan operasi besar, mulai dari tindakan bedah hingga pengangkatan rahim.
Kehadiran teknologi HIFU diharapkan membawa harapan baru bagi pasien karena memungkinkan penanganan dilakukan tanpa operasi terbuka, tanpa sayatan, dan tanpa melukai rahim, dengan proses pemulihan yang cenderung lebih cepat sehingga pasien dapat kembali beraktivitas tanpa harus menunggu waktu yang lama.
Public Relation Manager Mandaya Hospital Group Erwin Suyanto menyebut teknologi HIFU menjadi harapan baru bagi wanita dengan miom yang ingin mempertahankan rahimnya sehingga tetap memiliki kesempatan untuk menjalani kehamilan. HIFU juga menjadi pilihan terapi yang lebih nyaman karena dilakukan tanpa operasi, tanpa sayatan, dan tanpa luka.
"Di RS Mandaya Royal Puri, teknologi HIFU bahkan telah digunakan untuk menangani kasus miom berukuran besar hingga 17x16 cm. Dari sisi biaya, tindakan ini juga relatif lebih terjangkau dibandingkan operasi laparoskopi, yakni mulai dari Rp 90 jutaan," kata Erwin.
Tidak hanya untuk miom dan adenomiosis, teknologi HIFU juga dapat dimanfaatkan untuk menangani kanker hati dan kanker pankreas, terutama pada kasus-kasus yang sulit atau berisiko tinggi untuk dioperasi. Misalnya, ketika letak tumor berada sangat dekat dengan organ vital atau pembuluh darah besar sehingga operasi terbuka memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi. Dengan teknologi ini, penanganan dapat dilakukan secara lebih terarah tanpa perlu sayatan besar pada tubuh pasien.
"HIFU juga dapat digunakan pada kasus kanker hati dan kanker pankreas. Selain membantu mengecilkan ukuran tumor, teknologi ini juga dapat membantu mengurangi nyeri pada pasien kanker hati maupun kanker pankreas stadium lanjut, sehingga pasien dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik," lanjut Erwin.
Di RS Mandaya Royal Puri, teknologi HIFU telah digunakan untuk menangani berbagai kasus dengan tingkat kompleksitas yang beragam. Selain itu, HIFU juga telah dimanfaatkan untuk membantu penanganan kanker pankreas dan kanker hati dengan komplikasi trombus vena porta, yaitu kondisi serius ketika tumor menyumbat pembuluh darah utama menuju hati. Kehadiran teknologi ini membuka harapan baru bagi pasien yang sebelumnya memiliki keterbatasan pilihan terapi akibat risiko operasi yang tinggi.
Disebutkan bahwa teknologi HIFU telah digunakan secara luas di berbagai negara sebagai alternatif terapi non-invasif untuk menangani miom rahim, adenomiosis, kanker hati, hingga kanker pankreas. Secara global, teknologi ini telah diterapkan di lebih dari 37 negara, termasuk Inggris, Spanyol, China, Jerman, dan Italia.
Penggunaan HIFU juga terus berkembang dengan lebih dari 500.000 kasus yang telah ditangani di seluruh dunia. Bahkan, HIFU sudah mendapatkan pengakuan dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat serta sertifikasi CE Eropa.
Dengan hadirnya HIFU Center Indonesia, RS Mandaya Royal Puri berharap dapat menghadirkan pilihan terapi yang lebih modern, nyaman, dan komprehensif bagi pasien di Indonesia, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap teknologi medis berstandar internasional.
Acara peluncuran ini dihadiri oleh pakar HIFU internasional, seperti Prof. David Cranston, Emeritus Professor of Surgery di Nuffield Department of Surgical Sciences, University of Oxford sekaligus Emeritus Clinical Director of the Oxford HIFU Unit, serta Prof. Zhang Lian, President of Chongqing Haifu Hospital dan Professor di Chongqing Medical University.
Dari RS Mandaya Royal Puri, turut hadir tim dokter spesialis yang telah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi HIFU secara intensif langsung di pusat HIFU di China, di antaranya dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG, dr. Hendra Koncoro, Sp.PD-KGEH, dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI, dan dr. Gracia Merryane R.G Rauw, Sp.OG. Diskusi ilmiah ini dipandu oleh dr. Rahmadsyah, SpOG(K)FER, M.Kes, MARS dan dr. Ocsyavina, Sp.B. Subsp.BD (K). Secara keseluruhan, RS Mandaya Royal Puri memiliki 11 dokter spesialis yang telah tersertifikasi HIFU untuk menangani berbagai kasus tumor dan kanker tanpa operasi.(fat/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam




