Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya membuka peluang kerja sama penelitian hingga pendidikan dengan Timor Leste.
Sumiati Wakil Rektor III Untag Surabaya mengatakan, kerja sama tersebut juga sebagai upaya memperkuat jejaring alumni internasional dan potensi lanjut studi mahasiswa baru dari Timor Leste ke Surabaya.
“Kami memperkenalkan program pendidikan sekaligus membuka peluang kerja sama akademik lanjutan,” katanya seusai diskusi dengan pimpinan fakultas dari Universidade da Paz (UNPAZ) Timor Leste, Minggu (24/5/2026).
Ia mengatakan, pertemuan tersebut membahas implementasi kerja sama akademik yang lebih konkret agar tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama semata. Implementasi tersebut diarahkan pada penelitian bersama, pengabdian masyarakat, pertukaran mahasiswa, magang, publikasi ilmiah bersama, hingga kolaborasi dosen sebagai reviewer jurnal.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya sebatas MOU atau MOA, tetapi benar-benar diwujudkan dalam implementasi nyata yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ucapnya.
Perguruan tinggi, kata dia, juga melakukan kunjungan ke SMA dan SMK Colegio São Miguel Arcanjo, Timor Leste untuk memaksimalkan langkah kerja sama pendidikan.
Selain itu, kampus juga mendatangi perusahaan Lecha Lyan Pacific bidang kontraktor milik Alumni Magister Teknik Sipil Untag Surabaya yang berada di Timor Leste. Dalam pertemuan tersebut, kampus menggali potensi pendidikan di bidang tersebut.
“Dari hasil pertemuan tersebut terdapat tambahan minat untuk Program Magister Teknik, kemudian juga untuk Program Magister Manajemen,” ucapnya.
Agenda strategis lainnya dilakukan melalui audiensi bersama KBRI di Dili yang diterima langsung oleh Nugroho Yuwono Aribhimo Kuasa Usaha Ad Interim bersama Ratu Yulya Chaerani Fungsi Penerangan Sosial-Budaya. Dalam pertemuan tersebut dibahas peluang beasiswa pemerintah bagi mahasiswa Timor Leste, kolaborasi expo pendidikan, hingga penguatan hubungan akademik antara Indonesia dan Timor Leste.
“Kampus juga menginisiasi kerja sama luar negeri bersama instansi pemerintahan di Timor Leste yang diarahkan pada bidang penelitian dan pengembangan akademik,” ucapnya.
Pihaknya memastikan, kampus juga turut memperkuat hubungan antaralumni melalui pertemuan bersama alumni yang berada di Timor Leste. Dalam forum tersebut, perguruan tinggi menginisiasi pembentukan IKBA Diaspora Timor Leste sebagai wadah pemersatu alumni lintas program studi.
“Kami ingin alumni di Timor Leste memiliki wadah bersama agar jejaring dan kontribusinya semakin kuat,” pungkasnya.(ris/iss)




