JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah Iran mengungkapkan bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Amerika Serikat semakin terbuka lebar.
Meski demikian, sejumlah poin penting masih menjadi perdebatan dalam tahap akhir negosiasi kedua negara.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah menyampaikan bahwa proses perundingan sudah berada di fase finalisasi.
Pernyataan tersebut ia unggah melalui platform Truth Social setelah melakukan komunikasi dengan sejumlah pemimpin negara Timur Tengah dan Asia.
Donald Trump mengaku telah berbicara dengan perwakilan dari Saudi Arabia, United Arab Emirates, Qatar, Pakistan, Turkey, Egypt, Jordan, dan Bahrain terkait perkembangan pembicaraan damai tersebut.
BACA JUGA:MPR RI Desak Prabowo Lobi Donald Trump untuk Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel
Menurut Donald Trump, sebagian besar isi kesepakatan sudah berhasil dinegosiasikan dan hanya menyisakan detail teknis sebelum diumumkan secara resmi kepada publik dunia.
Dalam pernyataannya, Donald Trump juga menyinggung soal pembukaan kembali Strait of Hormuz yang selama ini menjadi salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia. Namun klaim tersebut langsung memicu respons keras dari pihak Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, mengatakan fokus utama pembahasan saat ini adalah menghentikan perang dan mengakhiri tekanan militer yang dilakukan Amerika Serikat di kawasan.
Ia menjelaskan bahwa isu program nuklir Iran belum menjadi topik utama dalam negosiasi tahap awal.
Pembahasan mengenai nuklir disebut baru akan dilakukan dalam 30 hingga 60 hari ke depan apabila kerangka kesepakatan damai berhasil diselesaikan.
Iran juga menegaskan bahwa pengelolaan Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali penuh pemerintah Teheran.
Media pemerintah Iran bahkan membantah pernyataan Trump yang menyebut jalur laut tersebut akan dibuka sepenuhnya seperti sebelum konflik terjadi.
BACA JUGA:Utusan Donald Trump Desak FIFA Ganti Iran dengan Italia di Piala Dunia 2026
Menurut laporan media semi resmi Iran, negara itu memang akan mengizinkan lalu lintas kapal kembali meningkat. Namun seluruh aturan pelayaran, izin melintas, hingga pengaturan jalur tetap menjadi kewenangan penuh Republik Islam Iran.
- 1
- 2
- »





