Kotawaringin Timur: Air Sungai Mentaya yang melintasi Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, meluap hingga merendam jalan desa, sekolah dasar, serta tempat ibadah pada Minggu, 24 Mei 2026. Meluapnya air sungai tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah hulu bagianUtara yang kemudian mengalir turun ke Desa Hanjalipan.
Genangan air di Desa Hanjalipan telah terjadi sejak Sabtu, 22 Mei 2026, disebabkan oleh hujan lebat di wilayah hulu bagian Utara Kotawaringin Timur serta curah hujan yang turun langsung di Desa Hanjalipan.
Banjir merendam Desa Hanjalipan dengan ketinggian air yang bervariasi antara 20-50 sentimeter. Saat ini, ketinggian air mengalami peningkatan sekitar 5 hingga 10 centimeter akibat bertambahnya debit aliran Sungai Mentaya.
Selain jalan desa dan rumah-rumah warga yang terendam, satu tempat ibadah serta Sekolah Dasar Negeri 1 Hanjalipan juga ikut terdampak banjir.
Baca Juga :
BMKG Prediksi Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Sumut Esok
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam, mengungkapkan tinggi muka air di Desa Hanjalipan menunjukkan peningkatan. Sejak dilakukan pemantauan mulai 22 Mei hingga hari ini, 24 Mei 2026, banjir meninggi antara 5-10 sentimeter.
"Yang terendam adalah jalan desa, sekolah dasar, dan tempat ibadah. Pada umumnya, aktivitas masyarakat masih berjalan seperti biasa, meskipun dalam kondisi yang terbatas. Tidak ada evakuasi, karena rata-rata masyarakat di Desa Hanjalipan mampu beradaptasi dengan kondisi banjir luapan Sungai Mentaya," ujar Multazam, Minggu, 24 Mei 2026.
Sementara itu, aktivitas warga yang rumahnya berada di tepian sungai tersebut pada umumnya masih berlangsung seperti biasa, dan tidak ada warga desa yang dievakuasi. Kondisi banjir seperti ini sering kali dirasakan oleh warga Desa Hanjalipan setiap kali terjadi hujan deras dan luapan air sungai, sehingga mereka sudah terbiasa dan mampu beradaptasi dengan bencana tersebut.
BPBD setempat saat ini masih terus melakukan pemantauan serta mengawasi perkembangan situasi banjir. Masyarakat juga diimbau untuk selalu berhati-hati apabila terjadi curah hujan yang tinggi.




