Waspada! Bahaya Cacing Hati yang Ada di Hewan Kurban, Berikut Ini Ciri dan Tips untuk Mengenalinya Menurut Ahli

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID- Waspada, bahaya cacing hati yang ada di hewan kurban. Berikut ini, ciri dan tips untuk mengenalinya menurut ahli.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, masyarakat diimbau untuk lebih teliti saat memilih hewan kurban agar terhindar dari risiko penyakit berbahaya. Salah satu yang perlu diwaspadai ialah distomatosis atau cacing hati.

Hal ini lalu diungkapkan oleh Aditya Yudaha drh M Si, dari Kedokteran Hewan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FOKKIA) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Dia mengatakan bahwa distomatosis merupakan infeksi parasit yang menyerang organ hewan hati ruminasia seperti sapi dan kambing.

Penyebab penyakit ini yaitu karena adanya cacing trematoda, salah satunya jenis Fasciola hepatica yang bisa merusak hati dan mengganggu fungdi pencernaan hewan. Akibatnya, kualitas dari daging kurban bisa menurun, dan daging yang terkontaminasi bisa mendatangkan risiko kesehatan bagi manusia.

Selanjutnya, Aditya menekankan bahwa penyakit cacing hati berdampak besar pada performa produksi ternak, khusunya sapi. Infeksi cacing Fasciola tersebut bisa menyebabkan penyerapan nutrisi dari tubuh hewan ternak menurun secara signifikan.

“Cacing hati merupakan endoparasit yang menyerap nutrisi dari dalam tubuh inang. Semakin banyak jumlah cacingnya, semakin besar pula nutrisi yang hilang, hingga menyebabkan malanutrisi,” ujar Aditya, dilansir dari Kompas.com.

Adapun, pada sapi perah, kondisi ini bisa menyebabkan terjadi penutunan hasil produksi susu. Sementara itu, pada sapi potong, penyakit ini bida membuat bobot daging yang dihasilkan menjadi menurun drastis, dan hal ini tentunya bisa mempengaruhi nilai ekonomi hewan tersebut.

Berikutnya, sapi yang terinfeksi bisa dikenali melalui nilai body condition scoring (BCS). Nilai BCS pada sapi yang sehat umumnya berkisar antara 3 hingga 5, sedangkan yang terjangkit cacing hati akan mengalami penurunan nilai hingga 1 atau 2.

“Selain tampak kurus dengan struktur tulang menonjol, rambut sapi juga terlihat kusam. Dalam kondisi parah bisa terjadi anemia, ditandai dengan gusi atau selaput mata yang pucat,” tuturnya.

Meski begitu, daging sapi yang terjangkit penyakit ini dianggap masih aman untuk dikonsumsi. Aditya menegaskan bahwa parasit tersebut tidak hidup di jaringan otot atau daging.

“Cacing ini memiliki predileksi pada saluran empedu di dalam hati, bukan di daging. Bahkan jika cacing dewasa tidak sengaja termakan, tidak akan menyebabkan infeksi pada manusia,” ungkap Aditya.

 

Dalam bahaya cacing hati ini, dia lalu menambahkan bahwa pemeriksaan hewan kurban, terutama bagian hati, menjadi sangat penting sebelum penyembelihan. Meski daging terlihat segar dan aman untuk dikonsumsi, bagian hati yang terinfeksi tetap harus segera dibuang atau dipotong sebagian.

“Bagian hati yang normal masih aman dikonsumsi. Tapi yang terinfeksi sebaiknya dihilangkan untuk mencegah konsumsi jaringan rusak,” ucapnya.

Terakhir, untuk memastikan keamanan konsumsi, Aditya menyarankan masyarakat memilih daging yang memenuhi prinsip ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Dia menambahkan bahwa terdapat beberapa ciri daging yang segar.

Antara lain, yaitu ditandai dengan warna mewah cerah, lemak kekuningan, tekstur kenyal, bau khas daging, serta tidak berlendir atau berair. Melansir dari TribunBanjarmasin.com, Kasie Keswan dan Kesmavet Distabunak Banjar, Ir Sudarto, bercerita telah banyak menemukan kasus hewan kurban yang memiliki penyakit cacing.

Untuk mengetahui hewan tersebut memiliki penyakit cacing hati, ternyata terdapat beberapa ciri yang menonjol. Beberapa tanda-tandanya, yaitu seperti memiliki bulu berdiri dan kusam, cenderung agak rontok, mata tidak cerah dan cenderung keluar cairan yang tidak normal, serta feses agak encer.

"Untuk mencegah hewan yang kita kurbankan terserang cacing hati makanta harus lebih teliti. Bahkan, kami harapkan pengkurban meminta Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari penjual. SKKH ini diberikan oleh dokter hewan dari instansi berwenang," katanya Sudarto. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bikin Villager Minecraft Jadi Mesin Emerald, Auto Kaya!
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Pengusaha Sawit Respons Pembentukan DSI, Khawatir Kehilangan Pasar Ekspor
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Jenazah Muhammad Firdaus Disalatkan di Masjidil Haram dan Dimakamkan di Makkah
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Jokowi Konsisten Dukung Dua Periode untuk Prabowo-Gibran
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Rupiah Rontok Gara-Gara Orang Desa Tak Pakai Dolar
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.