Kyiv: Sedikitnya satu orang tewas dan 24 lainnya terluka setelah serangkaian serangan Rusia melanda ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Minggu dini hari, 24 Mei 2026.
Mengutip Kyiv Independent, serangan terjadi setelah pejabat Amerika Serikat dan Ukraina memperingatkan kemungkinan Rusia sedang mempersiapkan serangan misil balistik baru.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan sejumlah wilayah ibu kota terdampak serangan, termasuk bangunan permukiman, asrama mahasiswa, bengkel mobil, dan pusat perbelanjaan.
“Jumlah korban luka di Kyiv meningkat menjadi 24 orang, termasuk seorang anak laki-laki berusia 15 tahun,” tulis Klitschko di Telegram.
Ia menambahkan sedikitnya 13 korban dirawat di rumah sakit dan tiga di antaranya dalam kondisi serius. Ukraina Waspadai Rudal Oreshnik Angkatan Udara Ukraina sebelumnya memperingatkan kemungkinan peluncuran rudal balistik jarak menengah Oreshnik oleh Rusia.
Administrator militer Kyiv Tymur Tkachenko menyebut kota itu sedang menghadapi “serangan balistik besar-besaran” dan meminta warga tetap berada di tempat perlindungan.
Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan intelijen Ukraina, AS, dan negara-negara Eropa mendeteksi indikasi Rusia tengah mempersiapkan penggunaan rudal Oreshnik.
Menurut Zelensky, informasi tersebut masih diverifikasi dan ia mendesak tekanan internasional terhadap Moskow untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Serangan terbaru itu terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan tindakan balasan atas serangan mematikan Ukraina sebelumnya.
Baca juga: Drone Berdaya Ledak 50 Kilogram Tersangkut di Lantai 15 Apartemen Ukraina



