Diajari Tangani Sampah dan Padamkan Kebakaran, Mahasiswa UB Dilatih Peka terhadap Lingkungan

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

MALANG, KOMPAS – Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) dilatih untuk peka dengan kondisi lingkungan sekitar. Mereka diajari untuk membuang sampah plastik ke mesin, serta diajari memadamkan api jika terjadi kebakaran di lingkungan kampus.

Salah satu cara membiasakan mahasiswa UB peka terhadap kondisi sekitar misalnya dengan melatih membuang botol plastik ke mesin pengumpul. Caranya, UB menempatkan beberapa reverse vending machine atau mesin pengumpul botol plastik di beberapa titik di kampus UB.

UB bekerjasama dengan PT LyondellBasell menyediakan mesin pengumpul botol plastik tersebut. Bagi UB, kerjasama kampus dalam menggandeng industri itu dalam rangka mengembangkan ekonomi sirkular, dan menciptakan budaya yang lebih peduli terhadap lingkungan.

“Kerjasama ini penting karena komitmen kami mendukung tujuan berkelanjutan. Sehingga, kita harus mengembangkan semua potensi bersama antara civitas akademika dan industri,” kata Rektor UB Widodo, Minggu (24/05/2026).

Mesin itu, menurut Widodo, merupakan mesin dengan sistem otomatis yang memberikan imbalan kepada pengguna yang menyerahkan kemasan minuman kosong.  Kepala UPT UB Green Campus Sri Suhartini, menjelaskan sistem operasional mesin. Pertama, botol plastik diinput ke dalam mesin. Kemudian, mesin akan melakukan generasi hadiah berupa poin, poin ini akan terakumulasi pada situs yang terintegrasi dengan RVM. Selanjutnya, poin dapat di klaim oleh individu yang menginput botol plastik melalui scan barcode.

“Program ini mendorong kebiasaan mahasiswa agar peka dan peduli dengan kondisi lingkungan sekitar. Bahwa, menjaga kebersihan lingkungan bisa dimulai dari diri sendiri dengan cara membuang botol plastik pada tempat yang benar,” kata Sri.

Adapun perwakilan PT LyondellBasell, Rolf van Beck, menilai bahwa UB menjadi mitra strategis. Sebab, UB memiliki 70.000 mahasiswa, sehingga kampanye buang sampah plastik pada tempatnya dinilai cukup tepat dan diharapkan bisa efektif.

“Bagi saya, ini lebih tentang menghasilkan ide dan peluang baru tentang bagaimana kita menerapkan ekonomi sirkular dan bagaimana kita menyelesaikan persoalan sampah plastik,” kata Rolf.

Kebakaran

Selain persoalan sampah, mahasiswa UB juga dibekali kemampuan memadamkan api saat terjadi kebakaran di lingkungan kampus.

​Perwakilan Damkar Kota Malang, Dimas Rizqi Mubarok, mengenalkan mahasiswa pada konsep dasar terbentuknya api (segitiga api), tahapan perkembangan kebakaran, hingga metode pemadaman yang efektif dan aman.

​"Api terjadi karena adanya kombinasi bahan bakar, oksigen, dan panas. Kunci utama memadamkannya adalah dengan memutus salah satu dari ketiga komponen tersebut secara cepat dan tepat," kata Dimas.

Mahasiswa perlu memahami klasifikasi kebakaran berdasarkan sumber penyebabnya. Mulai dari penyebab kebakaran berupa benda padat, cairan dan gas, listrik, hingga logam. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan berbagai alat mitigasi kebakaran seperti hydrant, siames connection, jalur evakuasi, tangga darurat, dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

“Mahasiswa harus peka terhadap lingkungan sekitar. Mengetahui letak APAR dan jalur evakuasi di gedung kuliah, adalah keterampilan wajib agar tidak panik dan bisa bertindak cepat saat alarm darurat berbunyi," kata Dimas.

Baca Juga”Sunset”, Cakrawala Senja yang Menyenangkan dan Memulihkan Hubungan

​​Dalam kegiatan tersebut ​mahasiswa diajarkan dua teknik krusial yaitu metode tradisional menggunakan karung goni basah untuk memutus pasokan oksigen pada api (smothering) dan ​metode modern yaitu menggunakan APAR dengan teknik PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) yang benar.

“Kesiapsiagaan darurat seperti kebakaran, juga bermula dari kedisiplinan menjaga keamanan aktivitas harian dan laboratorium. Jadi, dengan peka terhadap kondisi lingkungan sekitar, bisa mitigasi bencana, diharapkan saat terjadi kondisi darurat di kampus maka mahasiswa bisa menempatkan diri dan bisa ambil peran dengan cepat,” kata Kepala Divisi Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3L) UB, Qomariyatus.

Baca JugaUbah Kotoran Menjadi Listrik, Mahasiswa UB Raih Penghargaan di China


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penguatan Industri Kecil dan Menengah lewat Sinergi Pemerintah dan Swasta
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dorong RUU Satu Data, Baleg DPR Sorot Sistem Data Nasional yang Masih Amburadul: Banyak Bansos Tidak Tepat Sasaran
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Begini Jurus BTN Salurkan Kredit Perumahan bagi Masyarakat
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kepala BP BUMN Tegur PTPN soal Kasus Kakek Mujiran, Instruksikan Beri Pekerjaan
• 7 jam laludetik.com
thumb
Trump Buka Suara Soal Baku Tembak di Luar Gedung Putih
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.