WIKA Ungkap Penyebab Susutnya Kas di Tengah Restrukturisasi Utang 

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

WIKA mencatat penurunan kas dan setara kas secara signifikan pada kuartal I-2026 di tengah proses restrukturisasi utang yang masih berlangsung.

WIKA Ungkap Penyebab Susutnya Kas di Tengah Restrukturisasi Utang (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatat penurunan kas dan setara kas secara signifikan pada kuartal I-2026 di tengah proses restrukturisasi utang yang masih berlangsung.

Saldo kas dan setara kas WIKA per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp1,46 triliun atau turun 47,11 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp2,75 triliun.

Baca Juga:
WIKA Catat Rugi Rp9,75 Triliun Sepanjang 2025

Jika dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 sebesar Rp3,36 triliun, saldo kas perseroan juga telah menyusut sekitar 56,5 persen dalam kurun waktu sekitar satu tahun.

Selain itu, saldo bank yang dibatasi penggunaannya ikut mengalami penurunan tajam menjadi Rp74,94 miliar dari sebelumnya Rp450,12 miliar pada akhir 2025.

Baca Juga:
WIKA Tak Lagi Terlibat dalam Whoosh, BP BUMN Akan Kembalikan Perusahaan ke Fokusnya

Sebelumnya, saldo bank dibatasi penggunaannya juga telah turun signifikan sebesar 81,17 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang mencapai Rp2,39 triliun.

Manajemen WIKA menjelaskan, penurunan kas sejak 2024 terutama dipicu oleh upaya perseroan menekan pokok pinjaman melalui pembayaran utang jangka panjang, pembayaran bunga, serta kebutuhan operasional perusahaan termasuk pembayaran vendor.

Baca Juga:
Pefindo Kerek Peringkat WIKA Jadi idB, Prospek CreditWatch Negatif

Sementara itu, penurunan kas pada kuartal I 2026 disebabkan oleh pembayaran aktivitas operasional, pembayaran mitra kerja, biaya usaha, dan pembayaran pinjaman jangka panjang.

“Penurunan kas pada periode 31 Maret 2026 disebabkan oleh pembayaran aktivitas operasional perusahaan yang terdiri dari pembayaran mitra kerja, biaya usaha, serta penurunan pokok pinjaman melalui pembayaran pinjaman jangka panjang,” tulis manajemen dalam surat kepada Bursa, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga:
WIKA Gedung (WEGE) Tunjuk Mahendra Vijaya sebagai Dirut, Bambang Riswanda Jadi Komut

Adapun penurunan saldo bank dibatasi penggunaannya disebabkan penggunaan dana hasil Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II yang digunakan untuk membiayai proyek strategis nasional dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Saat ini, WIKA masih menjalani proses restrukturisasi pinjaman perbankan setelah menandatangani Master Restructuring Agreement (MRA) pada 2024.

Melalui perjanjian tersebut, perseroan memperoleh keringanan pembayaran pokok dan bunga guna mengurangi tekanan likuiditas jangka pendek dan menengah.

Pada April 2026, WIKA juga telah memperoleh persetujuan penundaan jatuh tempo utang obligasi dan sukuk melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU).

Perseroan kini tengah menjalankan restrukturisasi komprehensif untuk dapat menurunkan beban bunga dan meningkatkan fleksibilitas struktur modal perusahaan.

Untuk mendukung proses tersebut, Manajemen WIKA mengatakan, perseroan telah mengajukan dukungan kepada pemegang saham mayoritas melalui berbagai skema, seperti cash collateral, guarantee letter untuk bank garansi, refinancing, setoran modal, hingga carved out aset.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Telur Ayam Vs Bebek, Mana yang Paling Baik Dikonsumsi?
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Keputusan Besar Sabrina Chairunnisa Egg Freezing di Usia 33 Bikin Kaget, Reaksi Deddy Corbuzier Disorot
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Pelaku Bunuh dan Lempar Wanita di Tol Bogor Jadi Tersangka
• 7 jam laludetik.com
thumb
Foto: Ratusan Kendaraan Ikuti Uji Emisi Gratis
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Pemprov NTB dan Kemenbud bangun kembali rumah adat Bayan
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.