Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyambut baik kemajuan signifikan perundingan Amerika Serikat dan Iran, termasuk wacana pembukaan kembali Selat Hormuz.
"Saya telah menerima sinyal-sinyal positif dari para pemimpin di Asia Barat bahwa perundingan menuju suatu kerangka perjanjian antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz, sedang berjalan ke arah yang progresif. Saya memandang perkembangan ini dengan optimisme yang tulus," kata Anwar di Malaysia, Ahad.
Anwar menyatakan Malaysia mencatat peran konstruktif yang dimainkan oleh Bahrain, Mesir, Yordania, Oman, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab dalam memfasilitasi proses tersebut.
Malaysia juga menyambut baik keterlibatan langsung Presiden AS Donald Trump dalam mengupayakan tercapainya solusi melalui jalur perundingan itu.
"Kami berharap semua pihak dapat memanfaatkan peluang ini dan membawa perundingan tersebut menuju kesimpulan yang berhasil," harap Anwar.
Malaysia juga mendorong semua pihak untuk mencapai suatu perjanjian kerangka yang inklusif, yang memperkuat gencatan senjata yang saat ini berlaku, menjamin keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz, serta mengakomodasi kepentingan keamanan yang sah dari seluruh negara di kawasan.
Malaysia menyatakan siap mendukung setiap upaya multilateral yang dapat berkontribusi pada terciptanya perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di Asia Barat.
Baca juga: New York Times: AS abaikan Israel dari beragam detail perundingan Iran
Baca juga: AS: Pengayaan uranium masih jadi agenda perundingan damai dengan Iran
"Saya telah menerima sinyal-sinyal positif dari para pemimpin di Asia Barat bahwa perundingan menuju suatu kerangka perjanjian antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz, sedang berjalan ke arah yang progresif. Saya memandang perkembangan ini dengan optimisme yang tulus," kata Anwar di Malaysia, Ahad.
Anwar menyatakan Malaysia mencatat peran konstruktif yang dimainkan oleh Bahrain, Mesir, Yordania, Oman, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab dalam memfasilitasi proses tersebut.
Malaysia juga menyambut baik keterlibatan langsung Presiden AS Donald Trump dalam mengupayakan tercapainya solusi melalui jalur perundingan itu.
"Kami berharap semua pihak dapat memanfaatkan peluang ini dan membawa perundingan tersebut menuju kesimpulan yang berhasil," harap Anwar.
Malaysia juga mendorong semua pihak untuk mencapai suatu perjanjian kerangka yang inklusif, yang memperkuat gencatan senjata yang saat ini berlaku, menjamin keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz, serta mengakomodasi kepentingan keamanan yang sah dari seluruh negara di kawasan.
Malaysia menyatakan siap mendukung setiap upaya multilateral yang dapat berkontribusi pada terciptanya perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di Asia Barat.
Baca juga: New York Times: AS abaikan Israel dari beragam detail perundingan Iran
Baca juga: AS: Pengayaan uranium masih jadi agenda perundingan damai dengan Iran





