Tingkatkan Literasi Anak di Maros, Daerah Untuk Negeri dan BRI Peduli Luncurkan Program Edukatif Inovatif

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, MAROS – Yayasan Daerah Untuk Negeri (DUN) berkolaborasi dengan BRI Peduli, meluncurkan program Literasi Anak Negeri di SDN 159 Tekolabbua, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Target utamanya 60 siswa kelas 2 hingga kelas 5 untuk memperkuat kemampuan membaca dan memahami bacaan. Program ini dirancang sebagai intervensi strategis guna meningkatkan kualitas literasi anak di wilayah tersebut selama empat bulan ke depan.

Pada 22-23 Mei 2026, DUN memulai rangkaian kegiatan yang meliputi peluncuran program, pelatihan 15 guru, sosialisasi kepada orang tua dari 100 siswa, serta asesmen awal kemampuan membaca terhadap 100 siswa kelas 2 hingga kelas 5. Metode yang digunakan adalah Teaching at the Right Level, sebuah pendekatan yang menyesuaikan pembelajaran berdasarkan kemampuan aktual siswa, bukan hanya usia atau kelas, sehingga pengajaran menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

DUN menempatkan siswa dalam kelompok belajar sesuai hasil asesmen kemampuan membaca mereka. Dengan demikian, guru dapat mengajar dengan metode dan kecepatan yang sesuai, meningkatkan efektivitas pembelajaran literasi secara signifikan.

Renovasi dan Dukungan Lingkungan Belajar

Selain fokus pada pengajaran, DUN bersama BRI Peduli juga melakukan renovasi koridor baca di SDN 159 Tekolabbua. Renovasi ini mencakup perbaikan infrastruktur ruang baca serta pengadaan 100 buku bacaan yang telah dikurasi khusus untuk anak sekolah dasar, guna memperkuat lingkungan membaca yang kondusif dan menarik bagi siswa.

“Kami merasa optimistis karena semua pemangku kepentingan menunjukkan keterbukaan dan semangat untuk berkolaborasi. Ini menjadi tanda baik bagi keberlanjutan program ke depan,” jelas Reybi Waren, Founder Daerah Untuk Negeri.

Keberhasilan Program Pilot dan Alasan Pemilihan Lokasi

Program ini merupakan kelanjutan dari pilot Literasi Anak Negeri yang sebelumnya sukses dijalankan di SDN 1 Malaka, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dalam pilot tersebut, sebanyak 41 siswa mengikuti 48 sesi pembelajaran selama empat bulan, dengan hasil peningkatan signifikan pada kemampuan membaca. Siswa yang mencapai level “Lancar dan Paham” meningkat dari 0 persen menjadi hampir 60 persen, sementara siswa pada level awal menurun drastis hingga 0 persen.

“Literasi adalah fondasi utama bagi anak untuk belajar dan mengejar cita-citanya. Sulit membayangkan bagaimana seorang anak dapat bertahan di mata pelajaran lain jika ia belum mampu mencerna informasi dari apa yang ia baca,” kata Reybi Waren saat ditemui di lokasi program.

Pemilihan Kabupaten Maros sebagai lokasi program didasarkan pada kondisi literasi di Sulawesi Selatan, status Rapor Pendidikan, serta masukan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Maros. SDN 159 Tekolabbua dipilih karena nilai rapor literasi sekolah yang memadai dan kesiapan pihak sekolah untuk berkolaborasi.

Harapan dan Target Program

Program Literasi Anak Negeri di SDN 159 Tekolabbua akan berlangsung selama empat bulan dengan total 48 sesi pembelajaran, dilaksanakan tiga kali per minggu dengan durasi 1,5 jam setiap sesi. Melalui dukungan BRI Peduli, DUN berharap program ini dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca siswa, membangun rasa percaya diri mereka, serta menjadi model intervensi literasi yang dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Bongkar Mafia Pangan dan Korupsi Pertanian, Ratusan Kasus Diseret ke Aparat Hukum
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Baru Dilantik, 734 Kepala Sekolah di Jember Diberi Waktu Enam Bulan untuk Tunjukkan Terobosan
• 19 jam lalurealita.co
thumb
JATI Bagi Dividen Rp6,2 Miliar, 30 Persen dari Laba
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Baru Kasus IUP Bauksit di Kalbar, Ada Analis Kementerian ESDM
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Rute Konvoi Juara Persib Hari Ini: Start Gedung Sate hingga Gedung Merdeka
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.