BATANGHARI, KOMPAS—Dua hari sudah pemadaman listrik bergilir melanda seantero Pulau Sumatera. Gangguan kelistrikan itu merembet cepat ke berbagai sektor kehidupan masyarakat. Menambah beban ekonomi, sosial, hingga mengungkit traumatik para penyintas bencana.
Sejak Jumat hingga Minggu (22-24/5/2026), pemadaman listrik terus bergiliran dalam durasi hingga 12 jam per hari. Kompas menyusuri bagian tengah Provinsi Jambi mulai dari Kabupaten Sarlangun hingga Batanghari, Sabtu (23/5/2026), dan masih mendapati pemadaman berlangsung mulai pukul 19.00 hingga Minggu dini hari. Selanjutnya pada Minggu pagi, pemadaman berlanjut lagi pada sejumlah wilayah di Kabupaten Bungo, Kabupaten Merangin, Kota Jambi, dan Muaro Jambi.
“Kondisinya benar-benar bikin susah kami para pelaku usaha yang mengandalkan pelanggan datang pada malam hingga pagi hari,” ujar Juki, pemilik usaha kedai masakan padang di Jalan Lintas Jambi-Muara Bungo, Minggu dini hari.
Warung makannya rutin beroperasi mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Kedainya mengandalkan pelanggan yang dibawa para pelaku usaha travel dan bus antar kota serta antar provinsi. Dari malam hari hingga menjelang pagi, pelintas kerap singgah untuk makan di kedainya. “Pemadaman listrik bikin pengunjung tidak nyaman karena suasana jadi gelap,” tambahnya. Ia sejauh ini masih memanfaatkan lilin untuk bantu penerangan.
Para pelaku usaha dibuat susah sejak Jumat malam, karena pemadaman berlangsung 12 jam mulai pukul 19.00 hingga 07.00. Ia tadinya mengira pemadaman listrik cukup sehari. Ternyata, pada Sabtu malam, pemadaman listrik kembali terjadi. Sewaktu Kompas singgah di sana menjelang Minggu dini hari, ia bilang pemadaman telah berlangsung enam jam lamanya. “Kami tidak tidak tahu dan tidak mendapatkan kabar sampai kapan pemadaman ini berlangsung,” lanjutnya.
Pelaku usaha warung makan di jalur itu, Subhan (35), menambahkan pemadaman listrik yang berdurasi panjang itu membuat stok bahan makanan terancam membusuk dalam lemari pendingin. Selama ini, ia selalu menyetok daging dan sayuran dan kulkas untuk bahan baku soto, nasi goreng, dan kupat sayur.
Beban yang dialami pelaku usaha makanan, katanya, kian berlipat. Juki dan Subhan mengeluh tidak hanya tertimpa beban akan mahalnya harga bahan bakar, minyak goreng, dan bahan baku lainnya, pemadaman listrik bikin pengunjung sedikit yang datang. Omset usaha pun tambah tipis. “Kalau mati lampu, orang jadi segan untuk singgah,” tuturnya.
Dalam pernyataan resmi resmi, Iwan Arissetyadhi, Manager Komunikasi Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu PLN UID S2JB mengatakan, sehubungan dengan upaya pemulihan sistem kelistrikan Sumatera pasca gangguan transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai akibat cuaca ekstrem, pihaknya berupaya strategis mengatur beban secara terukur. Hal itu untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan serta mempercepat pemulihan listrik secara menyeluruh. “Langkah ini dilakukan guna menjaga keandalan sistem dan mempercepat pemulihan kelistrikan secara bertahap,” katanya.
PLN mengimbau masyarakat tetap tenang. Informasi penanganan gangguan dapat diapntau melalui PLN Mobile. Berdasarkan data yang disampaikan lewat PLN Mobile, pemadaman di Jambi menyebar di antaranya pada wilayah Kabupaten Muaro Jambi, Kota Jambi, Kabupaten Merangin, dan Bungo. Di ULP Kotabaru, Kota Jambi, pemadaman bergilir mulai pukul 06.37 mencakup wilayah Industri Dunia Pangan, Pertamina Tempino, Jalan Lintas Tempino, Sungai Landei, Sungai Jerat, hingga wilayah Simpang Gudang.
Di wilayah ULP Telanaipura, pemadaman mulai pukul 09.38 mencakup wilayah Kota Jambi dan Muaro Jambi seperti di Selincah Dalam, Desa Kumpe, Sumber Jaya, Desa Betung, dan Telanai Pura.
Pemadaman bergilir di Sumatera hingga Minggu ini masih menyasar mulai dari bagian Selatan hingga Utara pulau itu. Di wilayah Sumbagsel, pemadaman selain di Jambi, turut menyebar di wilayah Palembang, Lubuk Linggau, Bengkulu, Ogan Ilir, hingga Lahat. Sedangkan di wilayah Sumbagut, pemadaman berlangsung di sebagian Kota Medan, Pematang Siantar, Nias, Riau, dan Kepulauan Riau.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan, pemulihan kelistrikan di Sumatera bagian utara masih butuh waktu. Proses paling lama adalah menghidupkan dan menyambungkan kembali pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU yang memakan waktu 15-20 jam.
”Untuk sistem PLTU batubara prosesnya membutuhkan waktu yang cukup panjang karena kami harus memanaskan air untuk menjadi uap, dengan proses yang harus dinyalakan satu per satu,” kata Darmawan dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Ia menjelaskan, sistem kelistrikan di wilayah Sumbagut lumpuh total atau blackout akibat gangguan di jalur transmisi 275 kV Muarabugo-Sungai Rumbai di Jambi. Gangguan itu karena cuaca buruk. Gangguan transmisi itu menyebabkan sistem kelistrikan Sumatera bagian tengah terputus dari sistem Sumbagut. Hal ini membuat sistem Sumbagut mengalami shock karena putusnya pasokan ataupun beban kelistrikan secara tiba-tiba. Akibatnya, pembangkit listrik di Sumbagut langsung secara otomatis keluar dari sistem. Pembangkitnya juga secara otomatis padam.
Pembangkit listrik otomatis padam karena menanggung beban yang sangat besar. Pembangkit lainnya padam karena kehilangan beban sehingga tegangan naik dan otomatis padam.
Padamnya sejumlah pembangkit listrik menyebabkan efek domino di seluruh sistem Sumbagut sehingga semua pembangkit di sistem itu padam.
PLN telah mengambil sejumlah langkah awal. Pertama, pihaknya melakukan asesmen atau pemeriksaan apakah ada dampak kerusakan pada gardu induk dan sistem transmisi. Namun, listrik tidak bisa otomatis menyala. PLN harus menghidupkan kembali pembangkit listrik, menyambungkan, dan menyinkronkan ke sistem secara bertahap.
Gangguan listrik pun telah mengungkit kembali trauma bencana Sumatera yang terjadi akhir tahun 2025. Kepanikan sempat melanda masyarakat Aceh karena mengira listrik padam dipicu oleh bencana. Tak sedikit pula warga yang panik karena takut kembali terisolasi oleh bencana.
Hal itu yang dirasakan oleh pengelola warung kopi Sirnagalih di kawasan Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Aceh, Reza (40). Gangguan sistem kelistrikan Sumatera menyebabkan listrik padam total (blackout) di seluruh Aceh sejak Jumat pukul 19.00. Hingga Sabtu malam, masih terjadi pemadaman bergilir di Aceh.
Menurut Reza, pemadaman listrik itu cukup berdampak secara ekonomi. Setidaknya, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan, yakni menyediakan 5 liter BBM jenis Pertalite untuk menyalakan listrik menggunakan mesin genset dari Jumat sekitar pukul 21.00 hingga Sabtu sekitar pukul 02.00.
Reza mengatakan, ada dampak gangguan listrik yang lebih membebani. Hal itu adalah ketakutan, keresahan, kekhawatiran, dan kepanikan masyarakat saat tiba-tiba padam listrik serentak se-Aceh. Reza sempat panik karena mengira listrik padam dipicu bencana, seperti akhir tahun lalu. ”Sebab, saat bencana kemarin terjadi, listrik di seluruh Aceh juga tiba-tiba padam serentak,” katanya.
Mardian Fauzi (30), pengusaha jahit salempang wisuda di Kelurahan Air Tawar Barat, misalnya, tidak dapat bekerja pada Jumat malam. Padahal, saat itu pesanan dari pelanggan relatif banyak.
”Saya tidak dapat bekerja sama sekali karena 95 persen aktivitasnya bergantung pada listrik,” kata Mardian, pemilik usaha Salempang Kelok S.
Mardian mengatakan, Jumat malam itu, ia berupaya menjelaskan kepada pelanggan kendala yang ia hadapi dan meminta menunggu hingga listrik menyala.
Adapun pada Minggu, dua remaja tewas dan satu remaja lainnya kritis akibat keracunan gas karbon monoksida (CO) dari genset listrik di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Sebelumnya, mereka mengecas ponsel dengan genset masjid saat terjadi pemadaman total listrik di wilayah Sumatera bagian utara.
Peristiwa naas itu terjadi di Masjid Nurul Huda, Jorong Tanjuang, Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto. Ketiga remaja itu ditemukan tidak sadarkan diri di kantor masjid pada Sabtu pagi. ”Ketiga korban dibawa ke Rumah Sakit Yarsi Padang Panjang. Tiba di rumah sakit, dua orang dinyatakan meninggal dan satu lagi kritis,” kata Kepala Polsek X Koto Inspektur Satu Martheriko ketika dihubungi dari Padang.





